Lutfi Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulteng, H. Lutfi Yunus mengungkapkan, hingga saat ini belum turun surat resmi dari Direktorat Haji dan Umrah Kemenag RI terkait dengan teknis pelaksanaan ibadah umrah.

“Jika sudah ada surat resmi dari pusat, maka kita akan sebarkan kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), agar dapat memberangkatkan jemaahnya,” kata Lutfi, di ruang kerjanya, Senin, 1 November 2021.

Olehnya itu, kata Lutfi, belum ada jemaah umrah di Sulteng diberangkatkan, kecuali jemaah tersebut bergabung dengan pusat di Jakarta.

“Ketika Arab Saudi sudah membuka kesempatan untuk penerbangan jemaah umrah kita, maka kembali lagi ke PPIU atau travel yang menangani jemaah umrahnya, apakah mereka siap dengan segala risiko dan syarat khususnya secara finansial, untuk memberangkatkan jemaahnya,” ujarnya.

Lutfi mengatakan, dalam pelaksanaan umrah di masa pandemi ini membutuhkan berbagai persiapan, khususnya dari finansialnya atau biaya dan kesiapan fisik jemaahnya.

“Segala konsekuensi yang ditetapkan harus dipatuhi oleh seluruh jemaah umrah, misalnya vaksinasi yang diakui oleh Arab Saudi yakni, vaksin Moderna, vaksin Pfizer, AstraZeneca, Jhonson-Jhonson, Sinopharm, dan Sinovac,” ungkapnya.

Kemudian, kata Lutfi, setelah kembali dari umrah para jemaah harus karantina lima hari, semua hal ini tentunya membutuhkan biaya. Maka yang perlu disepakati yakni persoalan biaya antara jemaah dan pihak dari PPIU atau travel itu sendiri.

“Sejauh ini informasi yang kita terima baru dari media sosial dan berita yang tersebar di sejumlah media cetak atau elektronik, untuk surat resmi dari pusat kami belum terima,” ujarnya.

Kata Lutfi, saat ini pemerintah mungkin masih menyiapkan skema-skema terkait pemberangkatan umrah. Ketika direncanakan pada November misalnya maka skema yang dibuat oleh pemerintah itu yang akan diikuti oleh PPIU.

“Misalnya harus terapkan protokol kesehatan, kemudian sebelum berangkat di karantina, setelah itu 1×24 jam PCR, utamanya divaksin. Karena ini ketetapan dari pemerintah Arab Saudi yang harus diikuti aturan merek yang diambil,” katanya.

Yang jelas kata Lutfi, untuk saat ini di Sulteng jemaah umrahnya belum ada yang berangkat, karena masih menunggu edaran resmi dari Kemenag RI, terkait aturan prokes yang ditetapkan oleh Arab Saudi.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas