Sunar Agus. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus, mengungkapkan kunjungan tatap muka langsung bagi keluarga ke warga binaan (warbin) masih ditiadakan di Lapas dan Rutan se-Sulteng.

“Ini keputusan pusat. Selama pandemi ini belum dinyatakan selesai, kita belum bisa (kunjungan langsung),” ungkap Sunar, Senin 1 November 2021.

Kunjungan keluarga warbin telah ditiadakan sejak pandemi Covid-19 merebak tahun lalu. Keluarga warbin yang mengatarkan makanan atau barang lainnya hanya bisa menitip kepada petugas jaga.

Menurut Sunar, pendiadaan kunjungan langsung membawa dampak positif salah satu menekan penyebaran Covid-19 dan masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas dan Rutan.

“Positif sekali dengan kunjungan langsung kurang, itu narkoba masuk ke dalam Lapas makin sulit,” ucap Sunar.

Sebelumnya, Sunar mengatakan mengungkapkan tidak ada lagi pegawai dan warga binaan pemasyarakatan yang terpapar Covid-19.

“Kalau data hari ini, seluruh Sulteng sejauh yang saya tahu sudah sembuh semua, baik petugas maupun warga binaan,” ungkapnya, Minggu 31 Oktober 2021.

Sunar menilai hal ini tidak terlepas dari penurunan kasus Covid-19 di tengah masyarakat. Insan Kemenkumham Sulteng disebut tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona.

“Kita sudah terbiasa pakai masker, terbiasa jaga jarak, dan menghindari keramaian karena kuncinya sebenarnya di situ. Kalau kita pakai masker dan jaga jarak sudah sekian persen melindungi diri dari risiko Covid-19,” ucap Sunar.

Dia mengakui sejumlah pegawai dan warbin sempat terpapar virus corona saat penyebaran kasus Covid-19 melonjak pertengahan tahun 2021. Namun untuk WBP tidak ada yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

“Alhamdulillah, tidak ada yang meninggal, saya sangat bersyukur,” ujar Kadivpas Sunar.

Sunar menambahkan pihaknya tetap rutin memberikan suplemen kepada pegawai dan WBP untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Demikian pula pemberian makanan bergizi untuk menjaga imunitas.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas