ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Perpanjangan waktu Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) melalui aplikasi MySAPK berakhir pada 1 November 2021. Kepala Bidang Formasi, Pengadaan, Informasi, dan Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulteng, Syarifudin, mengungkapkan masih ada sekitar 200 PNS Pemprov yang belum mengisi PDM.

“Masih banyak teman-teman yang belum isi, sekitar 20 persen atau 200-an orang,” ungkapnya, Senin 1 November 2021.

Syarifudin menerangkan PNS yang belum mengisi PDM disebabkan kendala jaringan internet dan gangguan pada aplikasi. PNS dimaksud masing-masing berada di kabupaten-kabupaten yang berdinas di unit pelaksana teknis.

Disebabkan gangguan jaringan, BKD Provinsi Sulteng akan melakukan koordinasi dengan Kementerian PAN-RB. Hal tersebut dilakukan agar tidak dijatuhi sanksi sesuai ketetapan Kementerian PAN-RB.

“Belum disanksi kecuali kalau betul-betul tidak melakukan (mengisi PDM),” terang Syarifudin.

Dia mengimbau jajarannya yang terkendala mengisi PDM bersabar menunggu petunjuk dari Kementerian PAN-RB. Sebelumnya, Syarifudin mengungkapkan PNS yang tidak mengisi PDM melalui aplikasi MySAPK siap-siap disanksi.

“Segala administrasi kepegawaian yang bersangkutan akan diabaikan, tidak dilayani lagi karena terblokir data. Jadi biar mau naik pangkat tidak bisa karena data tak bisa diakses,” ungkapnya, Kamis 14 Oktober 2021.

Saat itu, BKD Sulteng mencatat masih ada ratusan ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah yang belum mengisi PDM. Jika sampai akhir perpanjangan tak kunjung mengisi dipastikan akan dikenai sanksi.

BKD Provinsi Sulteng sendiri melaksanakan Sosialisai Informasi Kepegawaian 2021 guna menyukseskan pengisian database kepegawaian melalui MySAPK, beberapa waktu lalu. Dalam sosialisasi dipaparkan tata cara pengisian data melalui aplikasi MySAPK yang dilanjutkan dengan tata cara verifikasi yang akan dilakukan oleh verifikator.

Ditetapkan masing-masing ASN wajib mengisi data profil dan data kepegawaiannya yang keseluruhannya terdiri dari 12 riwayat. Riwat dimaksud yaitu riwayat profil, riwayat pangkat, riwayat pendidikan, riwayat cpns/pns, riwayat jabatan, riwayat penambahan masa kerja, riwayat diklat, riwayat keluarga, riwayat SKP, riwayat penghargaan, riwayat organisasi, dan riwayat cuti di luar tanggungan negara.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas