ILUSTRASI - Vaksinasi Covid-19. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Capaian Vaksinasi Dosis I Baru 38,2 Persen

Palu, Metrosulawesi.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Tengah menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 dan menargetkan 2.000 orang untuk divaksin. Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT ke-44 Pasar Modal.

Kegiatan vaksinasi itu dilaksanakan gedung Jodjokodi Convention Centre (JCC) Palu, selama dua hari, (Sabtu dan Ahad 30-31 Oktober 2021).

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sulteng, Dendy Faizal Amin menjelaskan sehari harus mampu menjaring 1.000 orang untuk divaksin, khususnya bagi warga yang ada di Kota Palu. Kata dia, ini sebagai wujud kepedulian dan upaya mendukung kampanye melawan covid 19.

“Karena ini tujuannya adalah untuk mencapai herd Immunity di Sulawesi Tengah, dan kami pastikan mendorong program pemerintah agar vaksinasi dapat berjalan dengan baik. Kami pun berharap semoga perekonomian bisa secepatnya kembali pulih,” jelas Dandy.

Selain vaksinasi, BEI juga menggelar donor darah dengan bekerjasama dengan PMI Sulteng.

“Target pendonor sekitar 200 orang, tapi kita bersyukur masyarakat yang mau melibatkan diri jumlahnya melebihi dari 300 orang. Tentunya kami sebagai penyelenggara juga menambah bingkisan paket sembako di acara kemarin,” ujarnya menambahkan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Dr. I Komang Adi Sujendra mengatakan, sesuai data kumulatif yang ada di Sulteng kurang lebih baru mencapai 38,2 persen untuk dosis vaksinasi covid 19 tahap pertama.

“Total data yang masuk di kami per 28 Oktober, masyarakat Sulteng yang sudah divaksin sekitar 815.364 orang. Sedangkan dosis vaksinasi tahap kedua yang telah disuntikkan persentasenya 21,9 persen atau berjumlah hampir sekitar 468.167 orang,” kata Sujendra.

Dirinya bahkan menilai hal itu masih terhitung sangat rendah terkait kesadaran masyarakat akan kesehatan. Diungkapkan, target vaksinasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI khusus untuk Sulteng sebanyak dua juta seratus sekian ribu.

“Sempat juga vaksin mengalami kendala tepatnya di Juli dan bulan Ramadan. Olehnya, semua lembaga pemerintahan, BUMN, pihak swasta, TNI maupun Polri diminta agar selalu terus bersinergi dalam program ini. Kalau hitungan produk dosis vaksin ada tiga juta,” tuturnya.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulteng, Amiruddin Muhidu mengatakan, sejak pandemi covid 19 merebak di semua daerah di Indonesia sampai mendunia sangat berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat.

“Kita bukan melihat dari sisi kesehatan, namum pengaruh besar kepada ekonomi akibat pandemi covid. Begitu pula sektor industri jasa keuangan pasti mendapat kendala. Bahkan pertumbuhan ekonomi nasional turun drastis,” ujar Amiruddin.

Selain memberikan imbauan tentang protokol kesehatan di lembaga keuangan, pihak OJK Sulteng hingga kini terus berupaya dalam meningkatkan dan mendorong penggunaan teknologi layanan transaksi non tunai melalui penyediaan platform digital.

Terus Menurun

Sementara itu perkembangan kasus positif Covid di Sulteng terus menurun. Data yang diperoleh dari Pusdatina Covid Sulteng pada Sabtu 30 Oktober 2021, penambahan kasus Covid sebanyak lima kasus, sehingga total kasus mencapai 47.004.

Sebagian besar daerah di Sulteng nol penambahan kasus. Kecuali tiga daerah yakni: Kota Palu 2 kasus, Kabupaten Banggai dua kasus dan Banggai Kepulauan satu kasus.

Juru bicara Pusdatina Covid Suteng, Adiman mengatakan, pada hari Sabtu pasien Covid yang sembuh sebanyak 10 orang, sehingga total yang sembuh sebanyak 45.279 orang.

“Pasien Covid yang sembuh terbanyak dari Kabupaten Poso lima orang, Tolitoli dan Banggai masing-masing dua orang, dan Banggai Laut satu orang,” katanya.

Hingga Sabtu kata Adiman jumlah pasien Covid yang masih dalam perawatan sebanyak 132 orang. “Terbanyak di Kabupaten Poso 25 orang dan Kabupaten Parigi Moutong 22 orang,” ujarnya.

“Saya mengimbau kepada segenap masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan, dan bagi yang belum divaksin segera mendatangi tempat-tempat pelaksanaan vaksinasi Covid,” imbau Adiman.

Reporter: Fikri Alihana – Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas