PROSESI WISUDA - Rektor Prof Mahfudz saat melantik wisudawan-wisudawati Universitas Tadulako, pada Kamis 28 Oktober 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Biro Akadamik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Universitas Tadulako mencatat sebanyak 898 wisudawan tidak hadir mengikuti prosesi wisuda offline yang berlangsung selama empat hari, Senin-Kamis, 25-28 Oktober 2021.

“Jumlah yang mengikuti wisuda tidak seperti yang mendaftar di google form BAKP Untad,” ujar Kepala BAKP Untad, Dr Munari, Jumat 29 Oktober 2021.

Munari merincikan dari 4.782 orang pendaftar wisuda offline, hanya 3.884 wisudawan yang hadir. Disebut, ada beberapa kemungkinan wisudawan tidak menghadiri wisuda diantarnya belum mengikuti vaksin Covid-19.

“Mungkin juga karena hanya satu pendamping yang bisa ikut. Kemudian mungkin karena sudah ambil ijazah jadi tidak mau lagi ikut wisuda. Atau mungkin juga karena orangtuanya tidak mau datang,” ucap Munari.

Menurut Munari, pelaksanaan wisuda offline selama empat hari berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat menyukseskan wisuda offline tersebut.

“Tentunya pula atas dukungan ketua senat bersama anggota senat, pak rektor dan para pimpinan lainnya serta kerjasama yang baik dan kompak dari Tim panitia wisuda yang terlibat. Kami selaku Kepala BAKP mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga pada even berikutnya akan kita tingkatkan dan sempurnakan lagi bila terdapat kekurangan,” tandas Munari.

Diketahui, wisuda hari terakhir sesi pagi diikuti wisudawan Fakultas Teknik dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sementara sesi siang dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Perikanan atau Fapetkan.

Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP, mengharapkan agar para wisudawan tak lagi selalu bepikir ingin menjadi aparatur sipil negara. Pola pikir demikian menurutnya sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.

Olehnya Rektor memacu wisudawan agar membuka lapangan kerja dengan masing-masing potensi yang dimiliki. Diyakini, kualitas lulusan Universitas Tadulako mampu berkompetisi dan bersaing.

“Silakan sekarang berubah mindset (pola pikir) bahwa saya akan mencoba membuka lapangan pekerjaan atau mendapat pekerjaan sendiri untuk menghidupi keluarga, termasuk balas jasa kepada orangtua,” ujar Rektor.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas