TATAP MUKA - Sejumlah siswa SDN Inpres 2 Talise, saat belajar secara tatap muka di kelas darurat, Jumat, 29 Oktober 2021. (Foto: Istimewa)
  • Siswa Tidak Fokus Belajar Karena Panas dan Hujan

Palu, Metrosulawesi.id – Kurang lebih tiga tahun lamanya, para siswa-siswi dan guru di SD Negeri Inpres 2 Talise masih menempati ruang kelas darurat, yang jika digunakan untuk proses belajar mengajar sangat tidak nyaman.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala SDN Inpres 2 Talise,  Rosdiana, saat dihubungi Metro Sulawesi melalui ponsel, Jumat, 29 Oktober 2021.

“Rasa panas dan hujan membuat para siswa kami kurang nyaman menerima materi pembelajaran. Apabila masuk di waktu siang mereka sudah mengeluh kepanasan. Begitupun ketika hujan, biasanya kelas kami terendam banjir, ini tentunya sangat memprihatinkan,” imbuhnya.

Akibat sarana prasarana kurang layak, kata Rosdiana, beberapa siswanya berkurang, yang sebelumnya jumlah mencapai 300 lebih, sekarang sekitar 100 lebih peserta didik. Dengan berbagai alasan ada siswanya pindah ke sekolah lain, ada juga tidak mau mendaftar di SDN Inpres 2 Talise, mungkin melihat kondisi kelas kurang nyaman.

“Apalagi di masa pandemi saat ini Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) telah dilaksanakan. Beberapa siswa alhamdulillah telah menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh sekolah. Paras siswa juga begitu senang menerima pembelajaran, karena sudah lama sekali tidak merasakan belajar di sekolah, meskipun mereka belajar di kelas darurat,” ujarnya.

Rosdiana mengatakan, semangat siswa untuk belajar mulai tumbuh kembali di PTMT ini, sebab selama mereka belajar dari rumah kurang maksimal. Bahkan ketika siswa ikut tatap muka ditemukan ada yang belum tahu membaca.

“Jadi panas teriknya matahari telah terbiasa oleh guru dan siswa kami di SDN Inpres 2 Talise, sebab kami dituntut untuk mengajar siswa secara maksimal,” ungkapnya.

Rosdiana mengungkapkan, bantuan untuk gedung SDN Inpres 2 Talise menurut dari pemerintah masih dibangun di dekat SMKN 5 Palu, atau daerah gunung dekat STQ atau Huntap. Namun pihaknya melihat akses jalan ke sekolah yang akan dibangun itu masih kurang bagus untuk dilewati.

“Jika memang sekolah kami di Jalan Yos Surdarso masuk zona merah, kenapa SMKN 7 Palu kembali dibangun, ini yang kami pertanyakan. Olehnya itu kami berharap pemerintah memperhatikan sekolah kami, karena ini generasi penerus bangsa, bagaimana mereka belajar dengan nyaman dan tenang jika saat ini mereka masih belajar di kelas darurat,” pungkasnya.

Rosdiana mengatakan, hingga saat ini SDN Inpres 2 Talise yang dibangun di atas gunung itu belum selesai, siswa pun mau tak mau masih belajar di kelas darurat.

“Para guru kami cukup sabar mengajar siswa di kelas darurat ini, sebab kalau hujan kelas kami tergenang. Kami berharap pemerintah melirik sekolah kami agar segera dibangun kembali. Jika pun pindah di lokasi lain, akses jalanya harus diperbaiki sebab itu lokasi baru berada di atas gunung,” ungkapnya.

Rosdiana juga mengatakan, jangankan bantuan gedung, bantuan meja dan kursi saja belum ada.

“Bisa dilihat meja dan kursi yang digunakan sudah yang lama punya,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas