SUKSES RAIH PRETSASI - Pelatih Rowing Sulteng Hannes Dayon Auna, berhasil membawa atlit binaannya Rio Rizky Darmawan dan Ahmad Tarmizi meraih medali perunggu pada nomor rowing Lightweight man’s Double Sculls (LM2X) kelas ringan putra. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id  Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 telah berakhir. Sulawesi Tengah yang berhasil meraih satu emas, lima perak dan enam perunggu menempatkan diri pada peringkat 29  perolehan medali dari 34 propinsi yang turut serta pada pesta akbar olahraga nasional tersebut.

Dalam raihan prestasi tersebut,  tersisip nama pelatih Hannes Dayon Auna. Ia merupakan pelatih Skuad Dayung (Rowing) Sulteng yang berhasil membawa atlit binaannya Rio Rizky Darmawan dan Ahmad Tarmizi meraih medali perunggu pada nomor rowing Lightweight man’s Double Sculls (LM2X) kelas ringan putra.

Hannes adalah personil Satuan Brimob Polda Sulteng lulusan Pusdik Brimob Watukosek tahun 2005 (angkatan 15-1) berpangkat Bripka.

Karirnya dikenal di Sulteng lewat rentetan prestasi sebagai pelatih rowing sejak tahun 2015 dengan prestasi pada  Kejurnas Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dengan raihan 2 emas. Raihan perunggu ini didapatkan setelah tim yang dilatihnya berhasil meraih tempat ketiga di depan tim Sultra dan dibelakang Tim Jabar (Perak) dan Tim Jatim (Emas) pada final yang digelar di Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua.

Pada medali perunggu pada PON XIX 2016 PON Jabar, beragam prestasi pada Kejurnas, Pra Pon dan Popnas dengan raihan medali emas dan perak pada setiap kejuaraan hingga pada puncaknya pada Asian Games dengan raihan 1 emas pada nomer kelas ringan putra delapan orang plus Lightweight Men`s Eight/LM8+.

“Untuk PON ini kami melaksanakan latihan selama setahun dimana pada tiga bulan terakhir sebelum berangkat mengikuti pemusatan latihan di Tentena,” ujar Hannes yang juga merupakan mantan sprinter berprestasi asal Jatim.

“Dari rangkaian seleksi kami meraih dua atlit terbaik pada nomor rowing Lightweight man’s Double Sculls (LM2X) kelas ringan putra. Dimana dalam melakukan seleksi tersebut kami menerapkan standar tinggi dimana atlit harus sudah melewati pembinaan jangka panjang, level prestasi harus nasional dengan limit waktu pada 2000 meter harus mampu dilewati (6menit 40 detik)” terangnya.

Bersama tim pelatih Rowing Sulteng, Hannes bahu membahu menggembleng para atlit dayung. Rasa bosan dan kerinduan dapat terobati karena kehadiran sang istri Wahyu Aristina yang juga merupakan bagian dari tim pelatih Dayung PON Sulteng.

Keberhasilan pada PON Papua tersebut menurutnya adalah hasil dukungan pimpinan di Satuan Brimob Polda Sulteng dan mendedikasikan keberhasilan tersebut untuk nama harum satuan tempat ia bertugas.

“Puji Tuhan, Bapak Dansat dan Wadansat sangat mendukung kami para atlit maupun pelatih untuk berprestasi. Pada saat pertemuan sebelum berangkatpun pimpinan sudah berpesan untuk berusaha meraih prestasi sebaik mungkin, membanggakan satuan, mampu menjadi role model bagi atlit yang dibina sekaligus menularkan etos kedisiplinan dan kerja keras yang didapat dari Brimob.” terangnya.

Hal ini dibenarkan oleh Dansat Brimob Polda Sulteng, Kombes Pol Joko Sulistio, SIK. MH yang mendukung sepenuhnya apabila ada personelnya yang berprestasi dalam bidang positif apapun, termasuk pada bidang olahraga.

“Saya percaya para personil tersebut mampu berprestasi, sehingga saya meminta kepada mereka selalu memberikan contoh baik kepada rekan sesama atlit hingga masyarakat sebagai perwujudan personil Polri yang pengayom.” ujar Joko Sulistio.

“Apapun bidangnya, selama hal tersebut positif dan mampu mengangkat citra kepolisian, pasti kami berikan dukungan terbaik. Oleh karena itu “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan” itu harus diresapi oleh setiap personil begitupun dengan Jatidiri Brimob dan Etika Profesi Brimob sehingga personil mampu bersikap profesional dengan disiplin yang tinggi guna membanggakan satuan” katanya.

Tidak lupa Dansat Brimob menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada Hannes dan rekan-rekan pelatih dan atlit. “Tetap semangat, jaga etos kedisplinan, rendah hati dan berusahalan untuk menjadi contoh baik dimanapun berada” pesannya.

Disisi lain, salah satu atlit binaannya Ahmad Tarmizi menyampaikan kehormatan dan kebanggaan dilatih oleh personil Brimob Sulteng.

“Coach Hannes itu orangnya keras, selama empat tahun bersama beliau, beliau tidak hanya melatih fisik dan skill namun juga mental kami. Kami doakan Brimob terus menghasilkan personil-personil berprestasi untuk membanggakan Sulteng” ucapnya.(*/edy)

Ayo tulis komentar cerdas