KUNJUNGAN - Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi saat menghadiri acara maulid di Pondok Tahfiz Qur'an Raudathul Jannah Alkhairaat Baturube, Kecamatan Bungku Utara, Rabu (27/10/2021). (Foto: Istimewa)
  • Bupati Prioritaskan Bungku Utara dan Mamosalato

Morut, Metrosulawesi.id – Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi memastikan akan memberikan perhatian khusus pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Bungku Utara dan Kecamatan Mamosalato.

“Ini sesuai janji kami pada masa kampanye Pilkada Morut lalu. Dua kecamatan ini sangat layak diprioritaskan,” tegasnya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara maulid di Pondok Tahfiz Qur’an Raudathul Jannah Alkhairaat Baturube, Kecamatan Bungku Utara, Rabu (27/10/2021).

Turut hadir Wakil Bupati H. Djira K, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama dan aparat TNI-Polri setempat.

Bupati menjelaskan, anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pusat untuk Morowali Utara sekitar Rp 200 miliar. Dari jumlah itu sebesar Rp 125 miliar dianggarkan untuk infrastruktur jalan.

“Dari Rp 125 miliar tersebut, sebanyak Rp 65 miliar untuk pembangunan jalan di Bungku Utara dan Mamosalato. Sisanya untuk delapan kecamatan,” kata bupati, disambut tepuk tangan.

Porsi anggaran yang besar untuk dua kecamatan ini memang dijanjikan bupati saat kampanye lalu, terutama untuk memperbaiki dan membuka isolasi daerah pedalaman yang cukup berat.

Bupati Delis juga mengemukakan, pihaknya saat ini sedang fokus untuk merealisasikan program prioritas yang mendesak sesuai visi mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera (SCS).

Program yang sudah jalan di antaranya membebaskan uang komite untuk SD dan SMP. Ini dimaksudkan untuk meringankan beban orang tua.

“Yang komite itu ditanggung atau dibayarkan Pemda sehingga sekolah juga tidak merasa berat,” jelasnya.

Selanjutnya di bidang kesehatan, Pemda Morut memberikan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) secara gratis kepada semua masyarakat agar bebas berobat.

Program lainnya adalah memberikan beasiswa kepada mahasiswa Morut yang sedang kuliah. Bantuan ini untuk meringankan beban orang tua sekaligus mendorong mahasiswa agar bisa menyelesaikan studinya.

“Bantuan ini mungkin tidak cukup, tetapi kita sudah ikut meringankan beban orang tua,” ujarnya.

Bupati mengakui, peranan Pondok Pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya sangat penting dalam mencerdaskan bangsa.

Kecerdasan itu, katanya, bukan hanya kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan spiritual dan emosional. Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyerahkan bonus kepada para juara STQH tingkat Provinsi Sulteng yang telah mengharumkan nama Morowali Utara.

Reporter: Alekson Waeo
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas