PEMUSNAHAN SABU-SABU - Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno SIK, saat memasukkan barbuk Sabu-sabu, kedalam panci yang berisikan air panas. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Polres Palu Musnahkan Babuk Sabu-sabu 3,966 Kg

Palu, Metrosulawesi.id – Polres Palu memusnahkan barang bukti (babuk) hasil kejahatan tindak pidana narkotika berupa sabu-sabu seberat 3,9 kilogram, Jumat 29 Oktober 2021. Pemusnahan sabu berlangsung di Mapolres Palu. Barang haram tersebut, adalah babuk dari dua tersangka yakni Rahmat Adhiaksa(21) alias RA dan Rafliandi(37) alias RF. Kedua tersangka, merupakan PNS Kemenkumham yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Palu, di Kelurahan Petobo, kecamatan Palu Selatan, kota Palu.

Pemusnahan jenis narkotika yang mengandung metamfetamin itu dilakukan dengan cara direbus dan dicampur dengan cairan pembersih kamar mandi. Selanjutnya sabu yang telah larut dalam cairang dibuang di dalam kloset. Pemusnahan sabu disaksikan pengacara, kejaksaan, Balai POM dan pihak pengadilan, termasuk kedua tersangka.Bahkan kedua tersangka Adhiaksa dan Rafliandi, turut serta memusnahkan babuk dari perkara narkotika yang menjerat mereka, dengan cara memasukkan barang bukti sabu-sabu ke dalam panci yang berisi air panas.

“Pemusnahan barang bukti ini, merupakan sebagai wujud tekad kita dalam memberantas narkoba, dan berita acara pemusnahan itu sudah ditandatangi semua pihak yang hadir tadi,” kata Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno SIK di sela-sela pemusnahan itu kepada wartawan.

Kapolres mengatakan, kedua tersangka yang saat ini tengah menjalani proses hukum di Mapolres Palu, diancam dengan hukuman paling rendah 5 tahun dan paling tinggi hukuman mati.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dua orang Pegawai Lembaga Pemasyarkatan (Lapas) kelas II A, Petobo, Kota Palu, Sabtu 2 Oktober 2021, ditangkap Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Palu, karena diduga memiliki Narkoba jenis Sabu-sabu seberat kurang labih 4 Kg.Keduanya ditangkap di Kompleks rumah dinas Lapas kelas 1A Palu, Senin, 14 Oktober 2021.

Reporter: Djunaedi – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas