Aldi - Herry Mulyadi - Musran Hasan. (Foto: Dok. Metrosulawesi)
  • RS Anutapura dan Maxima Terapkan Tarif Rp300 Ribu

Palu, Metrosulawesi.id – Tarif baru tes PCR sebesar Rp300 ribu mulai diberlakukan di sejumlah laboratorium kesehatan di Kota Palu. RSU Anutapura memberlakukannya sejak Kamis 28 Oktober 2021 setelah menerima surat edaran Menteri Kesehatan.

“Sesuai surat edaran Dirjen Pelayanan Medik Kemenkes, biaya PCR di luar Jawa Rp300 ribu,” terang Direktur RS Anutapura, dr Herry Mulyadi, kepada Metrosulawesi, Rabu 27 Oktober malam.

Herry mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Palu terkait pemberlakuan tarif baru tes PCR. Disebut, surat edaran Kemenkes menjadi dasar menurunkan tarif PCR dari yang sebelumnya Rp525 ribu menjadi Rp300 ribu.
Direktur RSU Anutapura itu menambahkan surat edaran menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten dan Kota, serta Kepala/Direktur Rumah Sakit, agar memperhatikan batas tarif RT-PCR.

“Kami sudah laporkan kepada ibu Wawali bahwa sesuai surat edaran sudah kami terapkan Rp300 ribu,” tandas Herry.

RS Anutapura Palu sendiri menerima ratusan permohonan tes PCR setiap hari. Sebagian besar pemohon merupakan pegawai ASN dan pejabat yang ingin melakukan perjalanan dinas.

Herry menyebut hasil tes PCR di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu keluar dalam durasi satu hari. Namun jika tes dilakukan pagi hari, rata-rata hasil PCR bisa keluar pada malam hari.

Selain di RSU Anutapura, di Laboratorium Klinik Maxima juga sudah menurunkan tarif PCR-nya.

“Setelah terbitnya SE Kemenkes tersebut, kami langsung rapat dengan Direktur Maxima Pusat, beberapa jam kemudian langsung diputuskan harga PCR mengikuti sesuai surat edaran pemerintah yakni sebesar Rp 300 ribu,” kata Marketing Laboratorim Klinik Maxima Palu, Aldi, di ruang kerjanya, Kamis, 28 Oktober 2021.

Klinik Maxima rata-rata melayani 20 orang setiap hari untuk berbagai macam pelayanan, termasuk permintaan tes PCR.

“Ada untuk pemeriksaan kesehatan, kemudian ada juga perjalanan keluar daerah, tergantung permintaan dari masyarakat tersebut,” ujarnya.

Klinik Maxima katanya, tidak memiliki alat untuk menentukan hasil PCR, sehingga sistemnya rujuk, makanya hasil dari tes PCR itu biasanya keluar nanti tiga hari kemudian.

Sementara itu, Kepala Cabang Laboratorium Klinik Prodia Palu, Musran Hasan Borahima mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari direksi Kantor Pusat Prodia di Jakarta.

“Tetapi surat edaran pemerintah sebelumnya terkait penetapan tarif PCR kita cukup cepat respon, ketika di edaran pertama ditetapkan harga Rp900 itu besoknya kami sudah langsung. Begitupun di Rp525 ribu kami juga cepat respon tetapkan. Namun edaran yang baru keluar kemarin ini, kami masih sementara rembukkan di jajaran direksi kami di pusat, tetapi kemungkinan akan dirilis besok (hari ini),” jelasnya.

Menurut Musran, memang kebutuhan PCR untuk saat ini sudah tidak terlalu tinggi. Hal itu disebabkan karena kasus Covid-19 di kota Palu sudah mulai melandai, sehingga yang banyak mengajukan permohonan PCR itu pelaku perjalanan.

“Yang jelas kami tentunya mematuhi aturan pemerintah, tetapi untuk saat ini di jajaran Direksi kami masih rembuk dalam memutuskan, sehingga kemungkinan paling cepat besok akan di rilis,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel – Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas