Area Manager BSI Palu, Wawan Purwantoro (tengah) dan jajaran manajemen saat melakukan kunjungan hingga berfoto bersama dengan Pimpinan redaksi Metrosulawesi- Metrosulawesi.id. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam rangka menyambut peresmian single system dan selesainya proses integrasi sistem PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada tanggal 1 November 2021 mendatang, manajemen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Palu mengunjungi beberapa media lokal, termasuk Harian Metrosulawesi, Kamis (28/10/2021).

Area Manager BSI Palu, Wawan Purwantoro mengatakan bahwa maksud dari kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi antara BSI dan media sebagai salah satu stakeholder penting yang senantiasa mendukung kemajuan BSI.

Wawan Purwantoro juga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh nasabah dari ex legacy yang telah setia bersama Bank Syariah Indonesia, serta seluruh masyarakat yang saat ini sudah menjadi masuk dalam satu keluarga besar BSI.

 Selain itu, kunjungan ini juga sebagai bagian dari usaha meningkatkan awareness dan literasi perbankan syariah kepada masyarakat luas di Area Palu BSI yang menjadi wilayah kerja meliputi, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat dan media yang mendukung dan mengawal Bank Syariah Indonesia sejak Legal Day One pada 1 Februari 2021 lalu sampai sekarang, melewati proses migrasi rekening ex-legacy menjadi satu sistem BSI. Kami siap melayani seluruh masyarakat Indonesia dengan lebih baik, lebih banyak produk, dan lebih siap dari sebelumnya sesuai prinsip syariah, modern dan inklusif,” kata Wawan Purwantoro.

Wawan Purwantoro juga mengatakan hingga kini pihaknya terus melakukan upaya untuk meningkatkan literasi perbankan syariah di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Begitu pula dengan mengajak seluruh stakeholders untuk ikut mengedukasi ke masyarakat tentang perbankan syariah.

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini literasi keuangan syariah di Indonesia masih rendah. Tertinggal jauh di angka 8,93 persen dibandingkan indeks nasional yakni 38,03 persen. Indeks inklusi keuangan syariah juga masih 9,1 persen. Jauh tertinggal dari indeks nasional yang sudah mencapai 76,19 persen.

“Melihat masih rendahnya tingkat literasi perbankan syariah, kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu dan berkolaborasi dalam meningkatkan literasi perbankan syariah tanah air. Di Area Palu , kami sudah melakukan Goes To Campus, Go to Market, Go to Pesantren  dalam rangka meningkatkan literasi,” katanya.

“Kami berharap Bank Syariah Indonesia terus bisa memberikan manfaat bagi seluruh ummat. Sedangkan, utuk Area Palu saat ini proses migrasi sudah mencapai 100 persen. Kinerja over all tumbuh baik, 2 Digit year on year di Q2,” tambahnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas