Aan As Arri Wijaya. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama periode Januari hingga Oktober 2021, Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tengah dapat meraih pencapaian poin diperingkat kedua khususnya pada penjualan berbagai produk komersial di seluruh Indonesia.

Demikian hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Komersial Bulog Kanwil Sulteng, Aan As Arri Wijaya usai ditemui Metrosulawesi di kantornya bertempat di Jalan Prof Mohammad Yammin, Kota Palu, Kamis (28/10/2021).

Ia mengatakan, berdasarkan data untuk realisasi penjualan produk komersial dalam seminggu pihaknya baru menargetkan 84% dari total 26 Kantor Wilayah (Kanwil) di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

“Di atas kami ada Kanwil Kalimantan Barat yang memperoleh hasil penjualan produk komersial sekitar 93%. Dan peringkat ke tiga adalah Kanwil Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan capaian kurang lebih sebesar 70%,” ujarnya.

Menurutnya, ini menjadi suatu kebanggaan dan sekaligus sebagai bukti bahwa Bulog Kanwil Sulteng juga bisa berprestasi ditingkat nasional. Apalagi, lanjut dia, sampai bisa mengalahkan beberapa daerah yang menjadi unggulan.

“Dari sisi presentasi omset penjualan yang kita raup hampir sekitar Rp3 miliar per minggu atau sekarang datanya kita telah mendapatkan sebesar Rp2,7 miliar dan paling mendominasi 60-70 persen ialah produk beras,” ujarnya menambahkan.

Guna meningkatkan strategi pasar, pihak Bulog Sulteng tentunya akan memperluas atau menambah jaringan distibusi. Salah satunya ialah menyasar toko ritel modern, industri perhotelan/restoran, hingga pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

“Termasuk juga kios-kios dan melalui rumah pangan kita (RPK). Dengan semakin banyak pasar otomatis akan mempengaruhi presentase bisnis secara positif. Begitu pula dari segi harga yang bisa kita kendalikan,” katanya.

Sedangkan, ia mengungkapkan pasar yang digarap oleh Bulog masih sangat terbatas baru sekitar 20%. Disebutkan bahwa target seluruh Kanwil Bulog se Indonesia yang harus dicapai sebesar Rp120 miliar omset penjualan per tahun.

“Intinya masyarakat harus diubah dalam mengenal produk Bulog. Sebagai langkah strategi, kami menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan BUMD/BUMN untuk penyediaan komoditas pangan,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas