FOTO BERSAMA - Kementerian Agama menurunkan tim asesor STAIN Morowali. (Foto: Istimewa)

Morowali, Metrosulawesi.id – Yayasan Bintang Agama Morowali saat ini mengusulkan ke Kementerian Agama RI pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng) dan akan menjadi STAI yang ketiga di Sulteng jika dapat teralisasi.

Menindaklanjuti adanya usulan itu, Kementerian Agama RI menurunkan tim asesor di Morowali dan melakukan visitasi dan asesmen lapangan ke pihak pengusul yang digelar di gedung bekas SMP Negeri 1 Bungku Tengah, Senin 25 Oktober 2021.

Pada kegiatan asesmen itu, Ketua Tim Asesor Azhari Nurhajiz menjelaskan tujuan dilakukannya asesmen lapangan ini untuk memverifikasi serta mengonfirmasi data berkaitan dengan dokumen yang akan dibutuhkan yang didokumen itu sendiri memiliki dua macam syarat mutlak.

“Syarat mutlak itu harus dimiliki pihak pengusul di antaranya yakni, sertifikat tanah, akte notaris dan SK Kemenkumham untuk akte yayasan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, mengenai dengan status akreditasi pendirian STAI belum akan ada peringkat dulu. Sebab, asesmen lapangan ini lebih ditujukan apakah pengusul layak mendirikan sebuah perguruan tinggi agama.

“Untuk berikutnya apabila sudah memenuhi beberapa syarakat maka itu akreditasi umum.”

Disebutkan, bahwa dosen yang akan masuk STAI Morowali sesuai dengan ketentuan Permendikbud III tahun 2020 dan Permendikbud V tahun 2020, dosennya harus ada lima orang yang sesuai bidang keahliannya sesuai program study.

Sedangkan jurusan mata kuliah yang direkomendasikan untuk STAI Morowali sebanyak tiga jurusan, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Mardrasah Ibthidaiyah dan Hukum Keluarga Islam.

“Ini sudah membuka kesempatan seluas luasnya buat masyarakat Morowali dan sekitarnya tidak jauh lagi untuk kuliah. Dan juga menjadi harapan masyarakat yayasan bintang agama Morowali dapat memunuhi syarat-syarakat yang dibutuhkan untuk pendirian STAI ini. Saya yakin, yayasan bisa menyanggupinya,” urainya.

Di tempat yang sama Ketua yayasan Bintang Agama Morowali H Najamuddin menjelaskan, STAI Morowali adalah perguruan tingggi dibawah binaan naungan Kementerian Agama RI, dan STAI khusunya di Sulteng baru dua.

Pertama yakni Universitas Islam Negeri yang ada di Kota Palu dan yang kedua STAI di Kabupaten Poso. Dan bila teraliasi, STAI Morowali perguruan tinggi Islam yang ketiga di Sulteng.

“Tiga jurusan yang direkomendasikan itu, hal ini dalam rangka mengantisipasi kekurangan guru agama, memenuhi guru kebutuhan guru Madrasah dan kebutuhan bidang hukum di Kabupaten Morowali tentu juga di Sulteng,” ungkapnya.

H Najamudin yang juga Wakil Bupati Morowali ini menjelaskan, bahwa memang saat ini pendirian STAI masih dalam tahap melengkapi semua persyaratan atau dokumen yang dibutuhkan, sehingga belum bisa membuka penerimaan mahasiswa.

“Kita belum bisa menerima Mahasiswa karena belum ada SK Kementerian Agama. Karena memang ketentuannya seperti demikian, bahwa STAI Morowali resmi dibuka jika sudah ada SK Kementerian. Tapi saya yakin, STAI Morowali akan sukses ada di Morowali,” ujarnya.

Bila STAI Morowali terealisasi, maka Yayasan Bintang Agama Morowali akan menggunakan sementara gedung bekas sekolah SMP Negeri 1 Bungku Tengah untuk menampung Mahasiswa mengkuti perkuliahan.

“Jadi memang STAI Morowali belum mempunyai gedung sendiri. Untuk sementara gedung bekas SMP 1 Negeri ini yang di pakai. Dan status gedung ini sudah di pinjam pakaikan oleh Pemda Morowali selama lima tahun, sesuai SK Bupati Morowali,” ungkapnya.

“Peluang pendirian STAI Morowali bisa direalisasikan cukup besar, meski kita baru mulai bergerak. Apalagi ini memang menjadi salah satu kebutuhan untuk meningkatkan SDM di bidang pendidikan,” tambah H Najamudin.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas