drg Herry Mulyadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)
  • Wamenkes: Tarif PCR Rp300 Ribu Masuk Akal

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur Rumah Sakit Umum Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, mengungkapkan pihaknya masih menunggu Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI untuk melaksanakan permintaan Presiden Joko Widodo yang menginginkan tarif tes PCR sebesar Rp300 ribu.

“Kemenkes sementara hitung. Insyaallah, kalau sudah ada Permenkes akan menjadi dasar membuat peraturan direktur untuk mengubah tarif tes PCR. Kita lagi menunggu ini, mungkin besok sudah ada itu (Permenkes),” ungkap Herry kepada Metrosulawesi, Selasa, 26 Oktober 2021.

Dia mengatakan Anutapura Palu masih memberlakukan tarif lama tes PCR yaitu Rp525 ribu. Tarif tersebut berlaku umum baik kepada pegawai maupun masyarakat yang melakukan tes PCR di RS Anutapura.

RS Anutapura Palu sendiri masih menerima ratusan permohonan tes PCR setiap hari. Sebagian besar pemohon merupakan pegawai ASN dan pejabat yang ingin melakukan perjalanan dinas.

“Ini hari saja hampir 150 orang pegawai, DPRD provinsi, dan kota, ada urusan dinas,” ujar Herry.

Herry menyebut hasil tes PCR di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu keluar dalam durasi satu hari. Namun jika tes dilakukan pagi hari, rata-rata hasil PCR bisa keluar pada malam hari.

Direktur kembali menegaskan RS Anutapura Palu harus menunggu Peraturan Menteri Kesehatan untuk menerunkan tarif PCR. Dipastikan saat Permenkes keluar, RS Anutapura Palu langsung menerapkannya.

Hal serupa dikatakan sudah diterapkan saat penurunan tarif tes PCR dari sekitar Rp1 juta menjadi Rp525 ribu. Tarif dimaksud langsung diberlakukan saat menerima Permenkes penyesuaian harga tes PCR.

“Lalu begitu ada Permenkes dari kementerian malam hari, paginya langsung kita terapkan,” tandas Herry.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyebut tarif tes reaksi berantai polymerase chain reaction (PCR) Rp300 ribu sebagai nominal yang masuk akal untuk dilaksanakan.

“Setelah dihitung-hitung, kelihatannya angka Rp300 ribu itu menjadi angka yang mungkin masuk akal dan riil untuk dilaksanakan,” kata Dante Saksono Harbuwono saat diwawancarai wartawan di Jakarta, Selasa 26 Oktober 2021.

Menurut Dante rekomendasi tarif yang disampaikan Presiden Joko Widodo bukan tanpa perhitungan yang matang terhadap komponen pendukung PCR seperti bahan baku reagen, kapasitas, tenaga medis hingga distribusi barang.

Ia mengatakan Kemenkes sudah melakukan persiapan menurunkan tarif tes PCR, antara lain melakukan permodalan untuk menyederhanakan harga reagen sebagai komponen terpenting PCR.

“Karena itu adalah komponen terbesar dari seluruh pembiayaan dalam tes PCR,” katanya.

Dante optimistis perhitungan matang yang direkomendasikan pemerintah bisa menekan tarif PCR hingga di bawah atau menjadi Rp300 ribu per orang dari harga eceran tertinggi saat ini Rp499 ribu per orang.

Dante menyebut tarif PCR yang terjangkau oleh masyarakat merupakan hal penting dalam melakukan pencegahan gelombang susulan Covid-19.

“Karena data yang paling penting untuk melakukan identifikasi Covid-19 untuk mencegah terjadinya gelombang-gelombang berikutnya adalah melakukan testing yang tepat,” katanya.

PCR, menurut Dante, perlu dijangkau secara luas oleh masyarakat lewat penetapan harga yang ideal.

“Testing ini dapat dilakukan oleh masyarakat secara luas apabila harganya terjangkau dan apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kami tindak lanjuti secara teknis,” katanya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas