KONDISI JALAN PATTIMURA - Tampak Jalan Pattimura Kota Palu telah teraspal halus. Namun kehalusan aspalnya tak sehalus penyelesaian proyek rehabilitasinya. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Rehabilitasi Jalan Pattimura yang terletak pada perbatasan dua kelurahan dan kecamatan ini telah rampung.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Digdaya Rekakon itu selesai rehab akhir pekan ketiga Oktober 2021.

Sebelumnya proyek yang sempat dikeluhkan warga sekitar lantaran material debu masuk ke rumah mereka selama sebulan lamanya itu belum sepenuhnya rampung.

Hasil pantauan jurnalis media ini pada Senin, 25 Oktober 2021, masih terdapat sepotong Jalan Pattimura sekira panjang 10 meter belum teraspal halus. Titik menggantung tersebut tepatnya berada di depan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Palu, atau tak jauh dari pertigaan Jalan Bali dan Jalan Pattimura.

Ketua RT 3/RW 4 Jalan Pattimura, Johny Mandagi saat dimintai konfirmasi mengenai kondisi proyek tersebut mengungkapkan, berem atau bahu jalan di kedua sisi jalan tak rata atau turun sekitar 30 centimeter.

“Hampir sepanjang Jalan Pattimura berem jalannya turun. Termasuk jalan di depan rumah saya,” ujar Tokoh Masyarakat Maesa ini.

“Harusnya itu diratakan atau diminimalisir lah keturunan berem jalan itu. Karena jelas membahayakan pengendara,” imbuhnya.

Meskipun demikian, dirinya tetap bersyukur jalan tepat depan rumahnya itu terbebas dari debu dan telah beraspal mulus. Dia pun meminta agar hasil pekerjaan Jalan Pattimura lebih diperhatikan Pemkot Palu.

“Jalan Pattimura ini termasuk jalan ramai, apalagi waktu pulang kerja. Jadi penyelesaian (proyek rehabilitasi jalan) harusnya betul-betul selesai, karena jalan ini termasuk jalan alternatif masyarakat dan jangan sampai menimbulkan kecelakaan yang tidak disengaja pengendaranya,” tandas Johny.

Diberitakan sebelumnya, menanggapi keluhan warga soal rehabilitasi Jalan Pattimura, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan umum (PU) Kota Palu, Farida Lenan mengatakan, pihaknya telah beberapa kali menegur kontraktor agar proyek tersebut segera diselesaikan, sehingga tidak terus menerus menimbulkan dampak tidak nyaman bagi warga sekitar.

“Nah solusi lain hari ini, mereka (kontraktor) sudah mulai bergerak. Mereka sudah mulai mengaspal (jalan). Jadi nanti Insya Allah dalam waktu dekat ini bisa selesai,” ungkap Farida di ruang kerjanya, Senin, 18 Oktober 2021.

Sumber debu dari istilah proyek jalan yakni Lapis Pondasi Atas (LPA) itu pun diakui Farida minim penanganan sejak beberapa hari terakhir.

“Saya dan PPK tadi pagi sudah cek langsung di lapangan. Kami pastikan sudah mulai mengaspal,” ungkapnya.

Dia pun menduga keterlambatan kontraktor rehabilitasi jalan kawasan Lolu Raya atau Jalan Pattimura ini karena lebih dulu fokus merehab Jalan Sulawesi. Tak sampai di situ, dugaan material rehab Jalan Pattimura yang tak sesuai oleh Johny, diucap Farida harus mengacu dengan hasil laboratorium.

“Hasil lab-nya sudah keluar sebelum dilakukan pekerjaan, dan material di jalan itu sudah sesuai. Yang saya bisa pastikan bahwa hasil uji lab-nya ada, dan telah teman-teman pegang sebelum pelaksanaan berikutnya,” tandas Farida Lenan.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas