Penjualan minyak goreng di pasar Masomba Kota Palu yang mengalami kenaikan harga. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejak awal bulan Oktober, harga minyak goreng yang dijual di beberapa pasar tradisional khususnya di Kota Palu mengalami kenaikan sekitar Rp17 ribu per liter

“Naiknya harga minyak goreng disebabkan karena biaya pengiriman dan ditambah lagi pajak,” ujar Hena salah satu pedagang di seputaran pasar Masomba Palu, Senin (25/10/2021).

Sedangkan, dirinya juga mengungkapkan biasanya untuk harga normal minyak goreng kemasan kurang lebih hanya dikisaran Rp15 ribu sampai dengan Rp16 ribu per liter.

“Kalau sekarang harga minyak goreng kemasan tersebut saat ini sudah jauh di atas harga yang ditentukan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Pada Peraturan Menteri Perdagangan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020, harga minyak goreng kemasan sederhana diatur sebesar Rp11.000 per liter.

Meskipun naik, masyarakat tidak menunda membeli minyak goreng sebab minyak menjadi salah satu kebutuhan utama rumah tangga. Sehingga ketika mengalami kenaikan tetap harus dibeli.

“Harga minyak naik, biasanya tidak pernah beli diatas Rp15 ribu. Tapi ini sudah hampir sebulan naiknya. Biar begitu tetap juga dibeli, karena masak tanpa minyak susah,” kata Ita seorang pembeli.

Namun demikian, Ita sangat berharap kenaikan minyak goreng tidak terjadi terus menerus. Pasalnya, lanjut dia, mengingat sebentar lagi akan memasuki masa Natal dan Tahun Baru.

Sementara Kabid Dalam Negeri Disperindag Sulteng, Donny Iwan Setiawan mengatakan pihaknya akan berupaya melakukan penekanan harga dengan menggelar operasi pasar.

“Faktor utama kenaikan adalah dari bahan baku. Langkah antisipasi tentunya dengan melaksanakan pasar murah. Sedangkan HET diatur pemerintah ialah hanya minyak goreng kemasan sederhana,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas