PERTEMUAN - Masyarakat Adat Desa Tuare, menyampaikan hasil musyawarah mengenai pemberian izin melakukan kajian lokasi pembangunan PLTA kepada Pemkab Poso, Sabtu 23 Oktober 2021. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Bertempat di ruang kerja Bupati Poso, Masyarakat Adat Desa Tuare, Kecamatan Lore Barat menyampaikan hasil musyawarah mengenai pemberian izin melakukan kajian lokasi pembangunan PLTA kepada Pemkab Poso, Sabtu 23 Oktober 2021.

Keputusan tersebut mengacu kepada hasil musyawarah yang telah dilakukan seluruh masyarakat Kecamatan Lore Barat, khususnya para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh pemuda, kepala desa serta camat Lore Barat

Dari hasil musyawarah tersebut yang ditandatangani oleh perwakilan masyarakat diputuskan untuk memberikan izin kepada PT. RAE (Riveria Atlasindo Energi) untuk melakukan kajian lokasi rencana pembangunan PLTA SR-1 Bada 420 MW dan PLTA SR-2 Tuare 720 MW.

Meskipun memberikan izin, namun masyarakat juga melampirkan beberapa poin penting di antaranya pembangunan infrastruktur seperti jalan, sekolah, rumah sakit, bangunan adat serta tower jaringan telekomunikasi, peningkatan ekonomi masyarakat, tenaga kerja mengutamakan masyarakat Desa Tuare.

Selanjutnya, lahan yang digunakan untuk pembangunan PLTA bukan dalam bentuk transaksi jual beli tetapi dalam bentuk sewa, peningkatan kapasitas masyarakat, dalam masa kajian pihak perusahaan membiayai perwakilan masyarakat untuk study di perusahaan PLTA, serta memfasilitasi masyarakat dalam bentuk pelatihan.

“Kami selaku pemerintah daerah memilih mengembalikan kepada masyarakat adat sehingga benar-benar apa yang menjadi tanah bapak ibu semua harus bapak ibu yang menentukan. Kami pemerintah daerah hanya menjadi mediator, fasilitator dan memastikan hal-hal teknis lainnya bersama dengan pihak perusahaan. Dampak positif atau dampak negatif sudah kita ketahui bersama, namun mari kita berdoa bersama agar dampak negatif kedepannya tidak terlalu banyak,” ungkap Bupati Poso dr. Verna G.M Inkiriwang.

Terkait persetujuan pemberian izin melakukan kajian lokasi PLTA oleh masyarakat adat kecamatan Lore Barat, Direktur PT RAE Dr Mukmin, kepada Metrosulawesi, Senin 25 Oktober 2021 menegaskan, selaku pihak perusahaan mengucapkan terima kasih sudah diberikan izin kajian lokasi.

“Kesepakatan harus disusun bersama-sama secara langsung antara perwakilan masyarakat dengan pihak  PT RAE, harus disusun dengan kehati-hatian karena menyangkut kurun waktu yang lama, pihak investor memberikan banyak bantuan yang nilainya begitu besar dari yang telah diminta masyarakat, namun tidak dicampur aduk dengan urusan bisnis,” tegas Dr Mukmin.

Ditambahkannya, pihak perusahaan belum memahami apa sebenarnya yang diminta, sehingga perlu pembahasan bersama dan akan memerlukan banyak waktu, harus cukup sabar dan tidak bisa terburu -buru, banyak rambu yang harus diikuti.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas