PERKUAT PERSUDARAAN - Ketua KWSLP, Bino A Juwarno (kanan) bersama Sekdaprov Sulteng Mulyono (ketiga dari kanan) saat perayaan maulid Nabi Muhammad dan HUT ke-7 KWSLP di Palu, Ahad 24 Oktober 2021. (Foto: KWSLP)
  • KWSLP Gelar Maulid Nabi Dirangkai dengan Peringatan HUT Ke-7

Palu, Metrosulawesi.id – Keluarga besar dari Kerukunan Warung Sari Laut Palu (KWSLP) merayakan maulid Nabi Muhammad SAW dirangkai dengan HUT ke-7 organisasi itu di Palu, Ahad 24 Oktober 2021. Perayaan itu dihadiri seratusan warga.

Kegiatan dengan penuh kekeluargaan itu mengangkat tema “Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan sebagai Garda Penjaga Kerukunan Islamiyah”.

Ketua Umum KWSLP, Bino A Juwarno mengatakan, tema tersebut sebagai makna kerukunan dalam persatuan dari beragam perbedaan, khususnya di kalangan pedagang warung Mas Joko.

“Implementasi berbagai perbedaan antar pedagang Mas Joko Kota Palu dan sekitarnya, melalui perayaan maulid baginda Nabi Muhammad kali ini kami harapkan mampu menguatkan dan terus menjaga persaudaraan dan kerukunan antar pedagang Mas Joko sampai kepada masyarakat umum Palu dan Sulawesi Tengah,” jelas Bino kepada Metrosulawesi di sela acara itu.

Bino menuturkan, KWSLP akan terus berupaya menuangkan kebaikan sosial masyarakat. Bahkan berkontribusi membangun peningkatan perekonomian daerah.

“Warung Mas Joko selama ini turut menyalurkan pendapatan perekonomian daerah, seperti melalui pajak sebesar Rp150 sampai Rp300 ribu ke kas daerah setiap bulannya. Inilah salah satu wujud KWSLP lewat para pedagang Mas Joko dalam membangun daerah dan kemanusiaan,” ujarnya.

Acara yang digelar di salah satu warung mas joko naungan KWSLP, di Jalan Lalove, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu itu turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tengah, Mulyono.

Dalam sambutan singkatnya, Mulyono begitu mengapresiasi kontribusi pelaku warung juga disebut sari laut itu menyumbang pertumbuhan perekonomian Sulteng.

“Dengan banyaknya warung-warung sari laut seperti di Kota Palu ini, jelas bahwa lewat dagang kuliner mayoritas di waktu malam berandil besar tingkatkan taraf perekonomian warga dan daerah,” sanjung Mulyono.

Terlebih berbarengan perayaan Maulid Nabi Muhammad kali ini, dia mengajak agar hadirin lebih mengenali perilaku mulia Nabi Muhammad yang juga berprofesi sebagai pedagang.

Profesi berdagang makanan yang dilakoni oleh pelaku warung Mas Joko, jelas turut membangun kualitas pendapatan warga Palu secara umum.

“Inilah makna mulia yang diajarkan Nabi Muhammad kepada umatnya, menyediakan kebutuhan dasar manusia yaitu makan sekaligus merangkul orang lain untuk bekerja demi peningkatan ekonominya,” pungkas Mulyono.

Ada banyak kegiatan yang digelar dalam rangkat memeriahkan HUT ke-7 KWSLP itu. Seperti lomba Futsal selama sebulan lebih dan saat ini masih berlangsung, serta lomba kalangan ibu-ibu seperti Tartil Quran dan pemasangan jilbab menarik. Lomba tersebut memperbutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas