Issa Sunusi. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Anggaran negara untuk perbaikan rumah rusak masyarakat imbas bencana alam 28 September 2018 terus bergulir. Uang segar yang langsung dikirim ke rekening masyarakat yang biasa disebut dana stimulan itu memasuki tahap dua lanjutan dua.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Palu, Issa Sunusi selaku pejabat yang menghimpun data pengusulan penerima stimulan mengungkapkan, sejak awal pencairan dana stimulan, gelontoran uang negara mencapai nominal Rp233. 435.000.000.

“Anggaran itu berhasil dicairkan dari awal sampai (dana stimulan) tahap 2 lanjutan 1 ya,” pungkas Issa kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Adapun rinci pencairan terakhir disebutkan Issa dimulai sejak 5 Maret-5 Juni 2021 lalu.

“Tahap dua lanjutan satu itu berhasil dicairkan kepada sebanyak 17.859 kepala keluarga (KK) dengan kategori mayoritas rumah rusak ringan,” imbuh Issa.

Sementara itu, jumlah keseluruhan atau data induk usulan dana stimulan dikantong BPBD Kota Palu sebesar 21.014 KK, dibuntuti kebutuhan anggaran yang ditaksir berjumlah Rp278. 420.000.000.

Lebih jauh Issa menjelaskan, tahap 2 lanjutan 2 dana stimulan masih berstatus review atau peninjauan data usulan penerima oleh BNPB RI.

Tak hanya itu, BPBD Palu juga masih menanti persetujuan Kementerian Keuangan RI perihal pemanfaatan dana hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Tahun 2021 untuk Kota Palu atau ringkasnya penganggaran dana stimulan.

“Semoga bisa disetujui akhir Oktober (2021) ini. Apabila disetujui kami langsung bergerak mencairkan awal November dengan target rampung  45 hari,” tandas Issa.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas