Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Dalam Negeri Disperindag Sulteng, Donny Iwan Setiawan. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng menyatakan bahwa para petani yang ada di Kabupaten Parigi Moutong akan menyediakan produksi jagung lokal sebanyak 300 ton.

Hal itu disampaikan langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Dalam Negeri Disperindag Sulteng, Donny Iwan Setiawan saat ditemui Metrosulawesi, Rabu (13/10/2021).

Ia mengungkapkan untuk sistem pembelian jagung lokal akan bekerjsama dengan pihak Bulog Kanwil Sulteng. Selain Parigi Moutong, ada pula data beberapa wilayah kabupaten lain.

“Kalau untuk terkait mekanisme pembelian itu nanti kewenangan dari Bulog. Kita berharap daerah lain bisa berkontribusi dalam pemenuhan jagung, sehingga ini dapat berkelanjutan,” tuturnya

Secara nasional, Donny mengaku hingga kini harga jagung ditingkat pedagang sampai pengecer mengalami kenaikan yang signifikan. Bahkan, ketersediaan stok juga sangat terbatas.

“Harga jagung untuk pakan ternak meroket melebihi Harga Acuan Pembelian yang ditetapkan pemerintah (HAP) Rp4.500 per kilogram. Di pasaran mencapai Rp6.500 sampai Rp7.000 perkilogram,” ujarnya.

Tingginya harga jagung beberapa waktu terakhir membuat pedagang hingga peternak kesulitan. Di satu sisi, melambungnya harga juga berdampak buruk terhadap pakan ternak.

“Tetapi di sisi lain harga ayam hidup maupun telur ayam ras justru tengah turun. Dan bisa dikatakan anjlok sekali harganya,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas