IKUT SOSIALISASI - ASN Pemprov Sulteng saat mengikuti Sosialisai Informasi Kepegawaian 2021 dilaksanakan BKD Provinsi Sulteng, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Formasi, Pengadaan, Informasi, dan Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulteng, Syarifudin, mengungkapkan ASN yang tidak mengisi Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) melalui aplikasi MySAPK siap-siap disanksi.

“Segala administrasi kepegawaian yang bersangkutan akan diabaikan, tidak dilayani lagi karena terblokir data. Jadi biar mau naik pangkat tidak bisa karena data tak bisa diakses,” ungkapnya, Kamis 14 Oktober 2021.

Syarifudin mengatakan masa pengisian PDM diperpanjang sampai 1 November mendatang dari yang seharusnya berakhir pada 14 Oktober 2021 pukul 23.59 WITA. Perpanjangan disebut karena adanya gangguan server BKN Pusat.

BKD Sulteng mencatat masih ada ratusan ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah yang belum mengisi PDM. Jika sampai akhir perpanjangan tak kunjung mengisi dipastikan akan dikenai sanksi.

“Masih sekitar 800 belum isi dari total 11.000 lebih ASN Pemprov Sulteng,” ujar Syarifudin.

Dia menambahkan perpanjangan waktu pengisian PDM telah diinformasikan kepada masing-masing ASN melalui akun di MySAPK. Olehnya diharapkan segera mengisi PDM sebelum batas waktu perpanjangan.

Sebelumnya, BKD Provinsi Sulteng melaksanakan Sosialisai Informasi Kepegawaian 2021 guna menyukseskan pengisian database kepegawaian melalui MySAPK, beberapa waktu lalu. Dalam sosialisasi dipaparkan tata cara pengisian data melalui aplikasi MySAPK yang dilanjutkan dengan tata cara verifikasi yang akan dilakukan oleh verifikator. Ditetapkan masing-masing ASN wajib mengisi data profil dan data kepegawaiannya yang keseluruhannya terdiri dari 12 riwayat.

Riwat dimaksud yaitu riwayat profil, riwayat pangkat, riwayat pendidikan, riwayat cpns/pns, riwayat jabatan, riwayat penambahan masa kerja, riwayat diklat, riwayat keluarga, riwayat SKP, riwayat penghargaan, riwayat organisasi, dan riwayat cuti di luar tanggungan negara.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas