BELUM DIPERBAIKI - Warga Desa Salua, Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi melewati jembatan gantung yang rusak, Senin 11 Oktober 2021. Kondisi jembatan gantung memprihatinkan. Mengalami kerusakan parah sejak tiga tahun lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Sigi, Metrosulawesi.id – Beginilah kondisi jembatan gantung di Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulteng. Jembatan ini sudah lama rusak, bahkan sudah sejak tiga tahun lalu, tetapi tak kunjung diperbaiki.

Kondisinya sudah memprihatinkan. Warga desa setempat tidak punya pilihan lain, kecuali harus melewati jembatan ini. Bahkan pada saat banjir Senin 11 Oktober 2021, jembatan gantung ini satu-satunya jalan alternatif bagi warga dari dan menuju desa untuk mengangkut hasil pertaniannya.

Jembatan gantung ini pernah diterjang banjir tiga tahun lalu. Akibat banjir itu jembatan tersebut rusak. Sayangnya, sejak saat itu belum ada action dari pemerintah setempat untuk memperbaikinya.

Ahad malam lalu, Desa Salua diterjang banjir bandang. Ada tujuh rumah menalami rusak berat dan puluhan lainnya ikut terendam.

Ketua RT 001 Dusun I Desa Salua Luki mengatakan dari banjir bandang ini menyebabkan 14 kepala keluarga atau 49 jiwa terdampak dan mengungsi sementara di runah tetangga dan gereja.

“Rumah rusak berat diterjang lumpur dan material kayu, batu,” kata Luki, Senin, 11 Oktober 2021.

Adapun ketujuh rumah rubuh dan rusak berat yakni milik: Markus, Mathius, Minto, Darwis, Pilep dan Teha dan Patimah, rumah mereka ditindis pohon tumbang.

Sekretaris Kecamtan Kulawi Tanwir Malihat mengatakan selain banjir bandang, juga terjadi tanah longsor di delapan titik mulai dari Desa Sadaunta menuju Desa Salua. Sedang di dusun II perlu dilakukan normalisasi sungai.

“Pengendara bisa melintas dan harus melalui jalur lain,” kata Tanwir.

Ketua DPRD Sigi Rizal Intjenae meninjau langsung rumah-rumah warga yang rusak berat diterjang banjir bandang.

Rizal mengatakan perlu perhatian lebih dari pihak yang berwenang menangani aliran sungai yang mencapai 72 aliran.

“Semua sungai itu menjadi kewenangan dari Balai Wilayah Sungai,” kata Rizal Intjenae.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas