Wagub H Ma’mun Amir didampingi Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo, pejabat BI Sulteng meninjau stand pasar murah di Lapangan Mpanau, Kelurahan Tawaili, Kota Palu, Selasa (12/10). (Foto: Admin Pimpinan)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulteng kembali menggelar pasar murah, menyusul daerah ini berada di level 2 PPKM. Pasar murah digelar di Lapangan Mpanau, Kelurahan Tawaili, Kota Palu, Selasa (12/10) dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H.

Pasar murah yang dibuka Wagub H Ma’mun Amir digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Wagub mengatakan, tujuan pasar murah guna mengantisipasi beberapa dampak yang timbul akibat pandemi Covid-19 agar kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasanya.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan bantuan subsidi harga pada beberapa barang kebutuhan pokok melalui Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah melalui subsidi transport sebesar Rp5.000.000. Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena kegiatan ini hanya dilaksanakan selama 2 hari saja dan diutamakan untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang relatif murah dan terjangkau. Kepada pembeli agar tidak memborong dengan niat menumpuk untuk diri sendiri atau menjualnya ulang di tempat lain,” pesan Wakil Gubernur.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sulteng, Richard Arnaldo mengatakan, pihaknya menggelar pasar murah setelah beberapa kali dibatalkan karena terjadi peningkatan kasus Covid-19 di daerah ini.

‘’Alhamdulillah Kota Palu sudah berada pada level 2, untuk itu kami memutuskan untuk melaksanakan pasar murah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat,’’ kata Richard Arnaldo.

Richard mengatakan, pasar murah bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah, OPD terkait, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Rajawali Nusindo, Distributor, Toko Ritel, UMKM serta pihak terkait lainnya.

‘’Tujuan pasar murah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang murah dan terjangkau, dan upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, dimana tingkat pendapatan masyarakat berkurang akibat banyaknya lapangan pekerjaan yang terpaksa harus ditutup dan roda perekonomian yang bergerak lambat,’’ katanya. (ril/*)

Ayo tulis komentar cerdas