PANEN KELOR - Tampak pelaksanaan Gerakan Panen Kelor Merah Khatulistiwa di Kebun Kelor Kelompok Tani Kelorta, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Senin 11 Oktober 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala BPTP Sulawesi Tengah, Abdul Wahab, mengatakan daun kelor memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang bagus untuk tubuh sehinga sangat baik dikembangkan.

“Perlu juga dilakukan diversifikasi olahan untuk tanaman kelor yang mana teknologinya akan didukung oleh BPTP Sulawesi Tengah,” ujar Wahab saat menghadiri Gerakan Panen Kelor Merah Khatulistiwa yang diselenggarakan oleh Balai Karantina Kelas II Palu di Kebun Kelor Kelompok Tani Kelorta, Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Senin 11 Oktober 2021.

Diketahui, hampir sebagian besar masyarakat Sulawesi Tengah mengonsumsi kelor. Tumbuhan ini juga merupakan jenis tanaman tropis yang sejak lama telah dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional.

Daun kelor atau the drumstick tree mengandung senyawa yang bersifat antijamur, antivirus, antidepresan, serta antiinflamasi. Daun kelor juga memiliki kandungan penting lainnya seperti kalsium, kalium, zat besi, magnesium, fosfor, seng, serta rendah kalori. Semua senyawa tersebut sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh.

Gerakan Panen Kelor Merah Khatulistiwa turut dihadiri Kepala Balai Karantina Kelas II Palu, Pejabat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah,  Lurah Kayumalue Ngapa,  Kepala BPP Kayumalue, dan Anggota Kelompok Tani Kelorta.

Kepala Balai Karantina Kelas II Palu, Amril, menambahkan Kelor Merah Khatulistiwa merupakan salah satu tanaman spesifik yang tumbuh di Sulawesi Tengah. Ciri khasnya terdapat rantingnya yang berwarna merah, berbeda dengan kelor biasanya dengan ranting berwarna hijau.

“Kita harapkan Kelor Merah Khatulistiwa dapat menjadi brand produk Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Kelor Merah Khatulistiwa akan diintegrasikan dengan tanaman ternak dan akan menjadi tempat wisata kebun kelor yang ada di Sulawesi Tengah. Sementara itu, Ketua Kelompoktani Kelorta, Dahlan, mengaku sudah merintis pasar dan telah mendapat bantuan alat mesin. Namun demikian pihaknya masih membutuhkan bahan baku daun kelor yang cukup. Olehnya masih perlu pengembangan luasan tanaman kelor di daerah ini.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas