FOTO BERSAMA - Rektor Untad diwakili Warek Bidang Umum dan Keuangan, Prof Muhammad Nur Ali, didampingi Ketua Senat Untad, Prof Muh Basir Cyio, Direktur Pascasarjana Prof Alam Anshary, foto bersama saat silaturahmi akademik dengan mahasiswa baru program Magister dan Doktoral di Palu, Senin 11 Oktober 2021. (Foto: Istimewa)
  • Pascasarjana Untad Gelar Silaturahmi Akademik Tahun 2021

Palu, Metrosulawesi.id – Pascasarjana Universitas Tadulako (Untad) menggelar silaturahmi akademik dengan mahasiswa baru program Magister dan Doktoral di Palu, Senin 11 Oktober 2021.

Kegiatan mengusung tema “Kompetensi Akademik Lulusan Pascasarjana dalam Pusaran Peradaban”. Direktur Pascasarjana Untad, Prof Dr Ir Alam Anshary M.Si, menyampaikan silaturahmi akademik merupakan salah satu kegiatan untuk memperkenalkan kehidupan akademika ilmu magister dan doktoral kepada mahasiswa baru.

“Tahun ini jumlah mahasiswa mengalami peningkatan sebanyak 559 orang yang tersebar di 20 prodi. Pascasarjana juga telah menangani 5 program doktoral yang diikuti 76 orang pada tahun ini. Seperti tahun tahun sebelumnya bahwa tujuan kegiatan ini untuk mendekatkan mahasiswa dengan kehidupan kampus. Yang hadir saat ini adalah perwakilan saja,” ucap Prof Anshary.

Melalui kegiatan ini diharapkan pula mahasiswa mendapat informasi lengkap terkait Pascasarjana Untad. Sementara itu, Rektor Untad diwakili Warek Bidang Umum dan Keuangan, Prof Dr Muhammad Nur Ali, mengungkapkan sampai saat ini sudah 5.255 alumni magister dan doktoral Pascasarjana Untad.

“Kami menyambut hangat mahasiswa baru program magister yang berjumlah 559 orang dan program doktoral sebanyak 76 orang. Semoga kegiatan ini akan semakin menambah potensi peserta sebagai mahasiswa magister dan doktoral,” ungkapnya.

Silaturahmi akademik menghadirkan pemateri yaitu Ketua Senat Untad, Prof Dr Ir Muh Basir Cyio SE MS. Prof Basir memaparkan hal-hal yang perlu dipersiapkan sebagai mahasiswa magister dan doktor.

“Menjadi mahasiswa magister dan doktor yang maksimal perlu menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Selain itu perlu kekuatan mandiri, kemampuan membangun komunikasi dengan kolega dan dosen, serta ketekunan dalam menyelesaikan studi sehingga berhasil menjadi mahasiswa yang berkualitas,” ujar Prof Basir.

“Perlu juga dibangun jiwa leadership yang memiliki kompetensi personal, sosial, professional dan pedagogik (metodologis). Jika jiwa leadership itu sudah terbangun maka akan terbangun value yang menambah kapasitas dan kapabilitas seorang mahasiswa,” tambahnya.

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dari 8,4 juta mahasiswa baru yang terdaftar di Indonesia pada tahun 2020, hanya 0,5 persen yang merupakan mahasiswa doktoral atau sekitar 44 ribu orang. Secara global di seluruh dunia, rata-rata hanya 1,1 persen dari orang berusia 25-64 tahun yang bergelar PhD atau doktor.

Menurut pihak LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), dari setiap 1 juta penduduk di Indonesia hanya terdapat sebanyak 143 doktor. Perbandingan tersebut sangat jauh dengan negara-negara misal Malaysia yang rasionya adalah ada 509 doktor dari setiap satu juta penduduknya, India sebanyak 1.410 doktor dalam setiap satu juta penduduknya dan Jepang yang memiliki 6.438 doktor pada rasio satu juta penduduknya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perguruan tinggi, lanjutnya, harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetitif di masa mendatang. Salah satunya, meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi, serta menyiapkan diri agar mampu beradaptasi untuk mencapai keberhasilan dalam membangun bangsa.

“Di sinilah dibutuhkan doktor-doktor di Indonesia yang andal dan berpengalaman untuk siap berkontribusi menjadi periset, pengajar, manajer, pembaharu, atau pun pemimpin yang mengantarkan bangsa ini mewujudkan visi tersebut,” jelas Airlangga dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Ahad 10 Oktober 2021.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas