Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, mengungkapkan pihaknya akan kembali melakukan usulan calon Pahlawan Nasional dari Sulawesi Tengah pada 2022 mendatang.

“Insyaallah, tahun depan kita urus lagi. Kita mohon dukungan para keluarga, para sahabat, dan pemerhati sejarah,” ungkap Ridwan, Selasa 12 Oktober 2021.

Diketahui, dari lima tokoh yang berpotensi mendapat gelar Pahlawan Nasional, baru Tombolotutu yang hampir dipastikan dalam tahun ini. Pengusulan Tombolotutu menjadi Pahlawan Nasional tinggal menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo.

Adapun empat tokoh lainnya yang akan kembali diusulkan tahun depan yaitu Habib Idrus bin Salim Al-Jufri (Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri) atau yang lebih dikenal sebagai Guru Tua. Berikutnya Marunduh, Haji Hayun, dan Pue Lasadindi yang juga dikenal sebagai Mangge Rante.

Ridwan menagku akan berupaya maksimal agar empat tokoh tersebut bisa dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional. Dengan begitu Sulawesi Tengah akan memiliki beberapa tokoh yang menjadi Pahlawan Nasional.

Sebelumnya, Ridwan menuturkan berdasarkan informasi yang disampaikan pihak Kementerian Sosial RI, hampir dipastikan Tombolotutu akan disetujui Presiden menjadi Pahlawan Nasional pertama dari Sulteng.

“Tahun ini dari Sulawesi Tengah hanya Tombolotutu yang tembus ke meja Presiden,” ucapnya, Senin 11 Oktober 2021.

Dikatakan, kepastian Tombolotutu menjadi Pahlawan Nasional akan keluar pada akhir Oktober mendatang. Hal tersebut menyesuikan rencana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada awal November 2021. Direncanakan penganugerahan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November.

Ridwan mengaku dalam proses pengusulan Tombolotutu menjadi Pahlawan Nasional mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga. Pihak keluarga membantu penyiapan syarat dan dokumen dalam rangka menyukseskan Tombolotutu menjadi Pahlawan Nasional. Atas dukungan penuh pihak keluarga, pengusulan Tombolotutu disebut bisa lebih cepat dari tokoh-tokoh lainnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas