Chaerul Anam. (Foto: Ist)

Oleh: Chaerul Anam

Perahu pagi
Berjalan menembus
Kabut yang dingin
Mencari ikan
di sela terumbu yang mulai punah

Melepas pancing
Berharap ada satu dua ekor terpancing
Untuk dibawa ke rumah
Di masak dengan isteri dan anak
Untuk bertahan hidup

Perahu pagi
Tak kenal lelah mengapung
Menanam optimisme
yang terus tergerus zaman
Dia seakan tak hirau
bahwa ada bunyi bunyian
Yang dihembuskan perhelatan
Palu Nomoni, yang.menggema
Ke seantero nusantara

Perahu pagi
Khusuk berzikir
Memiling percikan air laut
Yang menghempasi tubuhnya
Hingga tak terasa
Matahari telah membakar tubuhnya

Palu, 3 Oktober 2017

Ayo tulis komentar cerdas