Issa Sunusi. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)
  • Ditaksir Pemerintah Gelontorkan Rp63 Miliar

Palu, Metrosulawesi.id – Bantuan kepada masyarakat korban bencana alam di Sulawesi Tengah, 28 September 2018 yaitu dana stimulan memasuki tahap baru. Bantuan berupa uang segar untuk perbaikan rumah rusak imbas gempa bumi, tsunami serta likuefaksi itu berada di ahap 2 lanjutan 2.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah selaku intansi pemerintah bertanggung jawab menangani stimulan sejak awal, mengusulkan sebanyak 4.770 Kepala Keluarga (KK) domisili Kota Palu pada stimulan tahap 2 lanjutan 2.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Palu, Issa Sunusi, yang merupakan pejabat yang menghimpun data pengusulan penerima stimulan mengatakan, dana stimulan tahap 2 lanjutan 2 dalam tahap review atau peninjauan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

“Data 4.770 (Kepala Keluarga) itu sudah kami setor atau telah kami usulkan ke BNPB  per tanggal 25 Juli 2021 lalu. Otomatis data itu terkunci dan sisa menunggu hasil review oleh BNPB,” tutur Issa kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Senin, 11 Oktober 2021.

Jika ditaksir berdasarkan data tersebut, kata Issa,  membutuhkan dana milik kas negara sebesar Rp63 miliar untuk digelontorkan pada penyaluran dana stimulan tahap 2 lanjutan 2.

Issa mengungkapkan, pekan lalu dirina dan beberapa tim berkunjung ke Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI menyerahkan surat tentang pemanfaatan dana hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) tahun 2021 untuk Kota Palu.

Jika dua lembaga kementerian tersebut sepakat dan menyetujui usulan tersebut, kata Issa, pihaknya akan menyasar penyaluran stimulan tahap 2 lanjutan 2 itu rampung selama 45 hari.

“Kami target awal November mendatang bisa mulai (penyaluran stimulan). Karena ini akhir tahun, jadi semoga dua kementerian tersebut bisa menyetujui sebelum awal November,” Issa berharap.

Issa menambahkan, data 4.770 KK itu kemungkinan besar bisa berkurang sesuai hasil peninjauan oleh BNPB RI.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas