BAGI MASKER - Personel Sat Lantas Polres Palu saat membagikan masker gratis kepada pengendara beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Pores Palu, terus memberikan imbauan kepada pengendara bermotor, baik roda dua, roda empat atau lebih, untuk keselamatan bersama di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Palu AKP Muhammad Nai, kepada wartawan Metrosulawesi, Jumat, 8 Oktober 2021, mengimbau bagi pengendara kendaraan bermotor untuk selalu memperhatikan tanda rambu lalu lintas yang ada di sepanjang jalan.

“Agar ke depannya para pengendara dapat terhindar dari hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya bagi diri sendiri dan pengendara lain di jalan,” ucapnya.

Nai menjelaskan, tentunya pengendara saat berkendara sering melihat berbagai rambu lalu lintas yang terpasang di sisi jalan. Sebagai pengendara yang baik, wajib hukumnya mengetahui dan mematuhi rambu lalu lintas yang terpasang tersebut. Rambu-rambu itu antara lain, Rambu Peringatan, yang bertanda papan kuning bergaris tepi hitam. Biasanya, rambu tersebut memberikan peringatan berdasarkan kondisi prasarana jalan, alam, lingkungan, cuaca, dan rawan kecelakaan.

“Jika kita melihat rambu tersebut, baiknya kurangi kecepatan dan patuhi serta perhatikan gambar atau kode yang ada di rambu peringatan tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Nai, yakni Rambu Perintah. Rambu Perintah wajib dipatuhi oleh semua pengguna jalan. Kalau sampai dilanggar, siap-siap untuk menerima sanksinya. Mudah saja mengenali rambu ini, warna dasar papannya biru dengan garis tepi, lambang, dan tulisan putih.

“Umumnya, rambu tersebut memberikan perintah untuk pergerakan dan penggunaan lalu lintas tertentu. Semisal, tanda masuk lajur, batas minimal kecepatan, serta jalur yang hanya boleh dilintasi beberapa jenis kendaraan. Rambu Perintah juga mengisyaratkan kewajiban pengguna jalan untuk melewati jalur yang sudah disediakan,” ujarnya.

Kasat Sat Lantas Polres Palu, AKP Muhammad Nai. (Foto: Dok. Polres Palu)

Setelah itu, lanjut AKP Muhammad Nai, ada Rambu Larangan, yang hanya berlaku di kawasan yang ditandai. Pengendara dapat mengenali rambu ini dari warnanya yang dominan putih dengan garis tepi merah dan berlambang hitam. Sementara itu, batas akhir rambu tersebut disimbolkan dalam papan putih, garis tepi, lambang, huruf, dan angka hitam.

Lambang rambu larangan bermacam-macam, ada yang berupa huruf, angka, gambar kendaraan, serta tanda panah. Beberapa simbol terpopuler misalnya, huruf “P” dengan garis merah di depannya menandakan larangan parkir di lokasi tersebut.

“Contoh lain, tanda panah berbentuk huruf “U” terbalik dengan garis merah di depannya, berarti pengendara tidak boleh putar arah,” jelasnya.

Kemudian, ada Rambu Petunjuk. Ini sangat penting bagi pengendara yang akan menuju tempat tertentu, terutama jika belum pernah menyambangi lokasinya. Papan rambu berwarna dasar hijau dengan garis tepi, simbol, angka, dan huruf putih. Biasanya, memberikan informasi atau keterangan batas daerah, jurusan, jarak, dan pintu keluar-masuk tol.

“Khusus untuk rambu petunjuk objek wisata, warna dasar papan didominasi cokelat. Ada juga rambu berwarna dasar biru yang memperlihatkan simbol fasilitas umum, seperti rumah sakit, masjid, nama kota, serta tempat pemberhentian, itu dari mulai garis tepi, angka, lambang, dan hurufnya tetap putih,” ucapnya.

Yang terakhir, kata Kasat Lantas Nai yakni rambu tambahan dan nomor rute jalan, dimana rambu tambahan dituliskan dalam papan berwarna putih polos dengan huruf atau angka hitam. Contohnya, rambu bertuliskan “KECUALI SEPEDA MOTOR”, berarti kendaraan jenis lain tidak boleh melintasi jalan tersebut.

“Selain rambu tambahan, ada juga rambu nomor rute jalan. Bentuknya angka yang diletakkan di samping, bagian atas, ataupun bawah tulisan jurusan kota tertentu,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas