PERIKSA KELENGKAPAN PASUKAN - Asops Kasad Mayjen TNI Ainurrahman, bersama rombongan saat melakukan pemeriksaan kesiapan Prajurit TNI Yonif 711/Raksatama sebagai Satgas Pamtas Utama (Statis) Sektor Utara RI-PNG Tahun 2021-2022. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Asops Kasad, didampingi Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, Kamis, 7 Oktober 2021, meninjau kesiapan Operasi Pasukan Yonif 711/Rks sebagai Satgas Pamtas Utama (Statis) Sektor Utara RI-PNG Tahun 2021-2022.

Dalam kesempatan itu, Asops Kasad Mayjen TNI Ainurrahman, memeriksa kelengkapan prajurit Batalyon 711/Raksatama, yang akan dikirim untuk operasi Satgas Pamtas Utama (Statis) sektor utara Republik Indonesia-Papua Nugini, mulai dari perlengkapan pribadi, persenjataan, dan perlengkapan lainnya.

Asops Kasad Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Ainurrahman, kepada seluruh personel mengatakan, seluruh prajurit yang ditugaskan harus siap untuk menjalankan tugas dengan baik. Gunakan alat utama sistem senjata dengan baik.

“Saat pengecekan saya juga mengukur jiwa korsa para prajurit dan hasilnya mereka bisa. Dalam artian sudah siap untuk menjalankan tugas dalam operasi ini,” ucapnya.

Mayjen TNI Ainurrahman menekankan agar setiap prajurit mematuhi protap yang telah diterapkan dalam operasi, tidak ada kelengahan atau membuat pergerakan di luar operasi, yang akan membahayakan person maupun regu.

“Sehingga harus saling menjaga, kamu menjalankan tugas operasi harus baik, tujuanmu hanya menjalankan tugas negara,” jelasnya.

“Dalam bentuk penugasan di wilayah operasi, petugas banyak beraktivitas di Pos, sehingga tetap menjaga kesehatan. Jangan sampai terkena HIV, terbunuh, atau tertembak, serta hilang karena lengah,” tegasnya.

Sementara itu, Danyon 711/Raksatama, Letkol Inf Mutakbir, kepada wartawan mengatakan jumlah prajurit yang tergabung dalam Satgas Pamtas Utama (Statis) Sektor Utara RI-PNG Tahun 2021-2022, sebanyak 450 Prajurit.

“Nantinya akan melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial, seperti pembagian sembako, bibit pohon buah, peralatan pertanian, peralatan sekolah, peralatan ibadah, pakaian layak pakai, dan peralatan olah raga hingga pengobatan untuk warga, yang mana di wilayah operasi tersebut ada pandemi malaria,” ujarnya.

“Intinya kami akan lebih manunggal dengan masyarakat dan kerja kerja sosial disamping tugas utama pengamanan perbatasan RI–PNG,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas