BERSAMA TIM KEJAGUNG - Mantan Inspektorat Donggala yang kini menjabat sebagai Asisten III, DB Lubis (tengah-baju putih) bersantai bersama Tim Kejagung dan pejabat Kejari Donggala di atas perahu wisata sambil melihat keindahan laut Tanjung Karang, Donggala, Rabu 6 Oktober 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Sesaat setelah pemeriksaan pejabat Pemkab Donggala, Tim jaksa dari Kejagung RI diajak makan siang dan bersantai di tempat wisata Tanjung Karang Donggala, Rabu 6 Oktober 2021.

Tampak hadir saat itu, Mantan Kepala Inspektorat Donggala DB Lubis yang saat ini menjabat sebagai Asisten III, mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Donggala, Isngadi bersama dua kabidnya Jaba Nur dan Ihlal, serta Sekretaris Inspektorat Hasan. Sedangkan dari pihak kejaksaan, selain jaksa dari Kejagung juga hadir Kajari Donggala.

Kasi Intel Kejari Donggala, Erwin dan dua stafnya melarang wartawan mendokumentasikan momen itu.

“Tolong jangan ambil gambar. Hargai kami lah. Tolong tinggalkan tempat ini,” kata Kasi Intel Kejari Donggala, Erwin ditemani stafnya Rian sambil menutup pintu masuk wisata.

Tak habis akal, wartawan pun berbalik arah memutar untuk masuk ke area wisata yang merupakan area publik itu. Terlihat DB Lubis dan beberapa pejabat kejaksaan terlibat percakapan. Setelah selesai santap siang, tim dari Kejagung itu kemudian diajak naik perahu wisata menikmati keindahan laut Tanjung Karang Donggala.

Tim Kejagung dan pejabat Kejari Donggala di atas perahu wisata sambil melihat keindahan laut Tanjung Karang, Donggala, Rabu 6 Oktober 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Pada momen ini, Kasi Intel Kejari Donggala itu kembali melarang wartawan untuk mengambil gambar.

“Tolong mas, jangan foto-foto, hargai juga kami, kalau mau foto minta izin dulu,” katanya.

Larangan kasi intel itu tak membuat wartawan berhenti melakukan tugas jurnalistik, hal ini dibuktikan wartawan tetap mengikuti perahu wisata DB Lubis berkeliling pantai Tanjung Karang.

Wartawan koran ini sempat mengecek ke bagian kasir rumah makan. Berdasarkan struk, total yang dibayarkan Pemda untuk makan dan santai itu kurang lebih sebesar Rp4 juta-an.

“Ini belum dibayar, katanya nanti akan ditransfer,” kata pemilik rumah makan, ibu Ayun.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas