Pembukaan kegiatan Pemasyarakatan Standarisasi Industri Berjenjang yang digelar Dinas Perindag Sulteng di Hotel Citra Mulia, Rabu (6/10). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sulawesi Tengah mengenalkan standarisasi industri berjenjang kepada pelaku usaha industri kecil dan menengah (IKM) yang ada di Kota Palu. Hal itu dilakukan melalui kegiatan Pemasyarakatan Standarisasi Industri Berjenjang di Hotel Citra Mulia, Rabu (6/10).

Sebanyak 50 pelaku IKM di Kota Palu ikut dalam kegiatan tersebut. Semuanya IKM yang bergerak di bidang olahan pangan. Mereka mendapatkan materi dari Kementerian Perindustrian RI dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu.

Kabid Informasi Industri, Dinas Perindag Sulteng, Irwansyah mengatakan, pemasyarakatan standardisasi industri bertujuan agar pelaku usaha IKM olahan pangan dapat memahami standarisasi industri, dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing produk.

“Untuk meningkatkan daya saing produk, penting bagi pelaku industri untuk menerapkan standarisasi dan sertifikasi jika ingin mengembangkan pasar domestik dan global,” kata Irwansyah dalam sambutannya mewakili kepala Dinas Perindag Sulteng. 

Irwansyah menjelaskan standarisasi industri adalah upaya untuk menjaga kualitas produk dan efisiensi usaha. Sedangkan sertifikasi adalah kegiatan penilaian kesesuaian yang berkaitan dengan pemberian jaminan tertulis dan produk telah memenuhi regulasi.

Dengan adanya standarisasi dan sertifikasi, lanjut Irwansyah, akan menguntungkan kedua pihak yakni produsen dan konsumen.

“Sehingga produsen akan lebih mudah mengembangkan bisnisnya. Sebab fungsi dari standarisasi ini akan membuat tenang para konsumen,” katanya.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas