BERI KETERANGAN - Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, Senin 10 Mei 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengungkapkan, vaksinasi siswa saat ini terus dikejar pada semua sekolah. Jika vaksinasi yang ditergetkan sudah tercapai, maka baru akan dipermantap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

“Saat ini masih dilakukan beberapa simulasi , jangan sampai terjadi seperti di Jawa Timur mereka sudah buka kemudian vaksinasi belum berjalan, akhirnya banyak para peserta didik yang terpapar Covid-19, kami inginkan keamanan. Yang jelas kami upayakan secepatnya proses vaksinasi sehingga PTM dapat dibuka kembali,” jelas Hadianto, saat dihubungi Metro Sulawesi melalui ponselnya, Rabu, 6 Oktober 2021.

Menurut Hadianto, nanti bagi siswa yang sudah divaksin tentunya sudah boleh ikut PTM, sehingga target vaksinasi ini bisa dipastikan sehingga PTM dapat berjalan efektif.

“Proses vaksinasi untuk siswa kami sudah targetkan per-sekolah, karena kita harapkan partisipasi orang tua untuk ikut membantu, sehingga vaksinasi bisa berjalan cepat,” ungkapnya.

Kata Hadianto, target vaksinasi dulu ingin dicapai, sehingga pihaknya berharap target vaksinasi capai 50 persen, setelah itu dimulai PTM secara terbatas.

“Saya belum update data sudah sejauh mana vaksinasi siswa, karena saya sekarang masih di Bandung. Yang pastinya setiap hari saya meminta agar vaksinasi digenjot secepatnya, sehingga PTM segera dimulai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Surveilans Covid-19 Kota Palu, dr. Rochmat Jasin mengatakan, capaian vaksinasi untuk anak sekolah atau di sistem disebut remaja yang usianya 12-17 tahun telah mencapai sekitar 32 persen.

“Data ini akan terus berjalan karena kami sudah turun ke sejumlah sekolah, dalam satu hari vaksinator kita dari Puskesmas kunjungi dua sekolah, khususnya di jenjang SMP. Kita juga koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian mereka mengarahkan kepala sekolah agar untuk mendatangkan siswanya yang belum divaksin,” kata dr. Rochmat, di ruang kerjanya.

Menurutnya, sekolah dianggap oleh siswa sebagai rumahnya juga, sehingga siswa mau datang ke sekolah.

“Dari pada mereka disuruh datang ke tempat lain, dengan dijalankanya vaksinasi di sekolah kami bersyukur karena siswa cukup signifikan ikut vaksinasi,” katanya.

“Bahkan orang tuanya bersedia anaknya untuk divaksin, olehnya itu vaksinasi yang kita lakukan di sekolah bukan hanya siswa saja yang dilayani. Jika ada guru dan orangtuanya juga belum divaksin, maka kita layani mumpung vaksinasi ini sedang dilakukan, jadi seluruh warga sekolah kita layani,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas