Penjual buku dan alat tulis yang ada di sekitaran Pasar Bambaru, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Palu. Khususnya bisnis penjualan buku dan alat tulis yang ada di seputaran pasar Bambaru saat ini masih terlihat sepi ipembelian dari masyarakat.

Andi Ajeng, salah satu pedagang menuturkan bahwa sejak awal pandemi penjualan belum menunjukkan peningkatan. Meskipun, kata dia, level PPKM hingga kini diturunkan juga tidak mempengaruhi omset pendapatan.

“Perbandingan tahun lalu dengan sekarang masih sama saja tidak ada perubahan,” ujarnya saat ditemui Metrosulawesi di lapaknya kompleks Pasar Bambaru, Kecamatan Palu Barat, Rabu (6/10/2021).

Sedangkan, ia mengungkapkan untuk harga alat tulis yang dijualnya jenis bolpen per dos dikisaran Rp35 ribu. Sementara buku tulis per paket harganya mencapai sekitar Rp60 ribu hingga Rp65 ribu.

“Setiap momen tahun ajaran baru pastinya sangat ditunggu para penjual alat tulis. Karena pada saat itu kebutuhan sekolah mulai diburu. Tetapi sekarang pembelajaran online turut mempengaruhi pembeli,” ungkapnya.

Demikian pula diungkapkan Ugi selaku pemilik toko Firdaus yang menjual seragam sekolah. Dirinya mengakui dibandingkan dengan tahun sebelum covid 19 keuntungan yang didapatkan jelas cukup jauh berbeda.

“Kalau sudah menjelang tahun ajaran baru seperti ini bisa meraup sekitar Rp20 juta. Tapi sekarang sudah menurun omset 50% atau hanya sebesar Rp10 juta,” ucap Ugi. “Sementara untuk menarik perhatian masyarakat, kami memanfaatkan melalui sosial media WhatsApp dan Facebook dengan cara memperkenalkan berbagai macam produk seragam,” tambahnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas