DIPECAT SEMENTARA - Kepala Kanwil Sulteng, Lilik Sujandi, didampingi Plt Kalapas Donggala menunjukkan foto pegawai yang dipecat sementara karena terlibat narkoba, Rabu 6 Oktober 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Lima pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah dipecat karena terlibat kasus narkoba dan tindak pidana lainnya. Namun dua diantaranya masih dalam status pemecatan sementara karena kasusnya dalam penyidikan Polres Palu atas dugaan keterlibatan peredaran 3,9 kg.

Pemecatan diumumkan Kepala Kanwi Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, rangkaian deklarasi Lembaga Pemasyarakatan Bersinar (bersih dari narkoba) di Lapas Palu, Rabu 6 Oktober 2021.

“Dua orang masih dalam proses pemecatan dan sedang menjalani penyidikan kasus narkoba,” ujar Lilik.

Dua pegawai dimaksud adalah Rahmat Adhiaksa dan Rafliandi. Keduanya diamankan Satnarkoba Polres Palu Polda Sulteng pada Sabtu 2 Oktober malam.

Pemecatan ditandai dengan pencopotan baju dinas dan penggantian baju batik. Pencopotan pakaian dinas diperankan pegawai aktif.

Di depan peserta apel kebangsaan deklarasi Lapas Bersinar, Lilik kembali mengingatkan jajarannya agar tidak terlibat peredaran gelap narkotika.

Lilik melanjutkan pemecatan menjadi bukti tegas keseriusan Kemenkumham Sulteng dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Dia juga mengancam akan memindahkan napi yang kembali terlibat narkoba ke Nusakambangan.

“Saya juga perlu ingatkan Kalapas dan Karutan agar sungguh-sungguh dalam melakukan pengawasan,” tandas Lilik.

Deklarasi turut disaksikan Kepala Kesbangpol Fachruddin Yambas, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah Brigjen Pol Monang Situmorang, Kapolres Palu AKBP Indra Budi Wiguna.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas