MENUNGGU GILIRAN - Pejabat DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) Donggala antri menunggu giliran untuk dimintai keterangan oleh lima jaksa Kejagung RI di kantor Kejari Donggala, Rabu 6 Oktober 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Diduga Terkait DD, Sejumlah Pejabat Dipanggil

Donggala, Metrosulawesi.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) menurunkan tim beranggotakan lima jaksa ke Kabupaten Donggala. Kejaksaan Negeri (Kejari) melayangkan panggilan ke sejumlah pejabat, termasuk Bupati Donggala Kasman Lassa. Benarkah ada kaitannya dengan persoalan penggunaan dana desa (DD)?

Kasi Intel Kejari Donggala, Erwin Ari Nur Wahyudian SH yang dikonfirmasi di kantornya membenarkan adanya tim jaksa dari Kejagung RI untuk bertemu dengan Bupati Donggala Kasman Lassa.

“Iya benar ada lima jaksa dari Kejagung RI datang. Sebelumnya Selasa sore (5/10), anggota saya mengantarkan undangan ke Bupati Kasman Lassa agar hari ini (Rabu 6 Oktober 2021) menghadiri undangan di kantor ini (Kejari Donggala), bertemu dengan lima jaksa Kejagung RI,” kata Erwin.

“Lima jaksa dari Kejagung RI ini baru tiba, dan belum kami tahu berapa lama mereka di Donggala,” sebutnya lagi.

Rencana jaksa untuk menghadirkan Bupati Kasman pada Rabu 6 Oktober terpaksa batal, karena beberapa saat setelah menerima undangan dari Kejagung itu, pada Selasa sore, Bupati Kasman tiba-tiba jatuh sakit, dan sore itu juga langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit di Palu.

Pantauan Metrosulawesi di Kejari Donggala pada Rabu kemarin, ternyata tidak hanya Bupati Kasman yang diundang. Sejumlah pejabat di Pemkab Donggala juga tampak hadir di Kejari Donggala. Yakni: pejabat dari BPMD, Inspektorat, dan Mantan Camat Sindue.

Kasi Intel Kejari Donggala ketika ditanya terkait pemanggilan terhadap Bupati Kasman dan anak buahnya itu, menolak menjelaskan.

“No comment. Sifatnya masih pulbaket (pengumpulan bahan keterangan,red). Sifatnya masih rahasia. Kita belum bisa sampaikan. Maaf ya,” jawab Erwin singkat.

Sejumlah pejabat DPMD dan Inspektorat Donggala yang hadir tampak menunggu giliran dimintai keterangan. Di antaranya ada mantan sekretaris DPMD Isngadi, dua Kabid DPMD Jabal Nur dan Ihal, Sekretaris Inspektorat Hasan, dan ada juga mantan Camat Sindue Beny, yang sekarang menjabat Kabag Humas Pemkab Donggala.

Mereka kompak menolak memberikan keterangan terkait dengan pemeriksaan atau undangan yang diterima.

Namun berdasarkan catatan koran ini, diduga kuat pemanggilan terhadap pejabat Pemkab Donggala itu erat kaitannya dengan pengelolaan dana desa.

Sebelumnya Pansus TTG (Teknologi Tepat Guna) DPRD Donggala melakukan penyelidikan terkait proyek TTG yang dibiayai dari dana desa tersebut. Hasil Pansus menyimpulkan ada indikasi kerugian negara sebesar Rp4 miliar terkait dengan proyek TTG itu. Pansus DPRD Donggala kemudian melaporkan hasil temuannya itu ke Kejati Sulteng pada Jumat 11 Juni 2021 lalu.

Seperti diberitakan koran ini, Rabu 2 Juni 2021, hasil kerja Pansus TTG tersebut dibacakan dalam rapat paripurna DPRD, oleh juru bicara Pansus TTG DPRD Donggala, Nurjanah. Dia mengatakan, pengadaan TTG mengabaikan prinsip prioritas pembangunan desa, karena tidak ada satu pun prinsip prioritas yang sesuai dengan pengadaan TTG dan website. Sebab, tahun 2020 prioritas kebijakan negara adalah menalangi penyebaran dan dampak covid, sehingga Kementerian Leuangan melakukan penyesuaian dana desa sesuai dengan PMK 35/PMK.07/2020.

“Dari 158 desa hanya 98 desa yang ikut program TTG dengan nilai kontrak Rp50 juta, bahkan ada yang mencapai Rp100 juta lebih. Jika kemudian 98 desa dikalikan Rp50 juta per desa uang yang dikumpulkan sebanyak Rp4 miliar lebih,” sebutnya.

“Maka Pansus berkesimpulan dalam pengadaan TTG terjadi kerugian negara mencapai Rp4 miliar lebih,” tambahnya.

Bupati Kasman Sakit

Donggala, Metrosulawesi.id – Bupati Donggala, Kasman Lassa dilarikan ke salah satu rumah sakit di Palu, sesaat setelah menerima tamu dari Kejaksaan pada Selasa sore, 5 Oktober 2021.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi, orang nomor satu di Pemkab Donggala itu tiba-tiba drop saat masih berada di ruang kerjanya.

Sebelumnya, pada pagi hari Selasa, Bupati Kasman sempat menghadiri kegiatan di sanggar kegiatan belajar (SKB) mengumpulkan nelayan untuk beraudiensi, dan setelah itu berbalik ke kantornya untuk menerima tamu dari Kejaksaan Negeri Donggala.

“Pak bupati sempat menghadiri kegiatan di SKB (sanggar kegiatan belajar) beraudiensi dengan nelayan, setelah itu balik ke kantor menerima tamu dari Kejari Donggala. Tak lama kemudian bupati langsung sakit dan dilarikan ke rumah sakit,” kata Kabag Humas Pemkab Donggala, Beny kepada wartawan, Rabu 6 Oktober 2021.

“Kondisinya sudah membaik. Infus masih terpasang. Cuma belum bisa ditemui, pak bupati hanya kecapean. Kegiatannya sangat padat, lambung atau maagnya kambuh,” tambahnya lagi.

Informasi yang diperoleh koran ini, saat dibawa ke rumah sakit, Bupati Kasman menolak dirawat di ruangan ICU. Ia hanya memaksa rawat inap dan meminta kamar.

“Sampai di rumah sakit, ruangan VIP penuh. Pak Kasman menolak di ruangan ICU, Bupati hanya meminta kamar. Sekarang pak Bupati dirawat di kamar kelas I,” tutup sumber itu.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas