TINJAU - Wakil Bupati Poso M. Yasin Mangun, S.Sos meninjau tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengevaluasi rencana pelaksanaan PTM yang akan diberlakukan sejumlah SMP di Poso, Selasa 5 Oktober 2021. (Foto: Dok. Humas)

Poso, Metrosulawesi.id –  Pemerintah Kabupaten  Poso bersiap melaksanakan pembelajaan tatap muka (PTM) terbatas menyusul turunnya status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari Level 4 ke Level 3.

Jelang pemberlakukan PTM terbatas, Wakil Bupati Poso M. Yasin Mangun, S.Sos meninjau tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengevaluasi rencana pelaksanaan PTM yang akan diberlakukan sejumlah  SMP di Poso, Selasa 5 Oktober 2021.

“Seiring tren penurunan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Poso yang mengakibatkan juga terjadinya penurunan level PPKM menjadi level 3 sehingga beberapa kelonggaran-kelonggaran aturan diberlakukan termasuk rencana pembukaan sekolah kembali di Kabupaten Poso,” ungkap Wabup di depan para guru SMP 1 Lage dan SMP Sintuwu Maroso Poso Kota Selatan serta SMP 1 Poso Pesisir di Kasiguncu.

Berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 tahun 2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1, Poso dan tiga kabupaten lainnya di Sulteng ditetapkan Level 3.

Adapun jadwal dimulainya PTM terbatas di Poso, masih menunggu petunjuk tekhnis dari Dinas Pendidikan tentang dimulainya sekolah tatap muka di era pandemi.

Namun, sebelum dilaksanakan PTM terbatas Wabup mengingatkan agar jangan sekolah menjadi klaster baru. Dia meminta Satgas Covid, Muspika serta para guru untuk terlibat proaktif di dalam mencegah terjadinya penyebaran virus dengan pengawasan  prokes yang ketat.

“Saling koordinasi dan komunikasi serta kerja sama yang baik di tingkat wilayah untuk terus memantau terjadinya kasus baru agar segera dilaporkan sehingga pembelajaran tatap muka bisa dihentikan sementara menghindari lonjakan kasus baru Covid-19,” terangnya.

Wabup juga menambahkan bahwa dibutuhkan kebijakan daan kearifan baru di dalam menghadapi masa pandemi, khususnya anak-anak sekolah agar bisa segera belajar tatap muka.

Ia menyebutkan bahwa surat persetujuan yang ditandatangani orangtua agar anaknya bisa ikut belajar luring harus ada yang menjadi kesepakatan bersama dengan dewan guru sambil menunggu petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan tentang dimulainya sekolah tatap muka di era pandemi.

“Kita melakukan upaya-upaya sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian kepada anak didik yang telah lama kehilangan bimbingan dari para guru, namun juga kita tetap menjaga keselamatan anak didik kita dengan sejumlah bekal pengetahuan prokes agar semua bisa selamat,” urainya.

Dalam kunjungan tersebut juga diserahkan beberapa kelengkapan prokes secara simbolis seperti hand sanitizer dan masker.  Adapun sekolah yang dikunjungi Wabup adalah SMP 1 Lage, kemudian SMP Sintuwu Maroso Poso Kota Selatan dan satu lagi di SMP 1 Poso Pesisir di Kasiguncu. Pada kesempatan itu, Wabup sekaligus meninjau pelaksanaan pembelajaran Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di masa pandemi.  Turut mendampingi Wabup dalam monitoring dan evaluasi tersebut Kalak BPBD Poso Darma Metusala bersama Sekretaris BPBD Poso Alwi Ali, SE, Plt Kadis Pendidikan Dedriawan Talingkau, S.STP serta pejabat OPD Poso lainnya.

Reporter: Saiful Sulayapi – Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas