Bayu Indra Wiguno. (Foto: Istimewa)
  • Kalapas Palu Percayakan ke Polres

Palu, Metrosulawesi.id – Polres Palu masih terus mengembangkan kasus narkoba yang melibatkan RA (21) dan RF (37), dua oknum Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan petugas Rupbasan (Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara) yang ditangkap pada Sabtu 2 Oktober 2021 lalu.

Kapolres Palu, AKBP Bayu Indra Wiguno SIK berjanji akan mendalami pengakuan salah satu tersangka yang menyebutkan narkoba jenis sabu itu adalah titipan dari dalam Lapas.

“Kami akan bekerja sama dengan Polda Sulteng, untuk melakukan pemetaan. Dari mana dan mau dikemanakan barang itu? Itu sedang kami dalami,” katanya menjawab pertanyaan Metrosulawesi, Selasa 5 Oktober 2021.

Kapolres Palu itu menerangkan, dari pemeriksaan awal terhadap kedua tersangka tersebut diketahui, narkoba tersebut akan dibawa ke daerah lainnya di wilayah Kota Palu. Dan tidak menutup kemungkinan kedua tersangka itu juga menyuplai narkoba ke dalam Lapas.

“Untuk masih adanya pelaku lain, itu ranah penyelidikan. Dan kami masih lakukan pengembangan,” ujar Kapolres.

“Bila ada perkembangan nanti akan kami lakukan press rilis lagi,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Palu, Gamal Bardi, berujar akan mempercayakan pengembangan kasus tersebut ke pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Palu Polda Sulteng.

“Nanti kita lihat hasil dari kepolisian. Nanti pihak Polres selaku penyidik yang tahu,” ujar Gamal kepada Metrosulawesi, Selasa, 5 Oktober 2021.

Diketahui, dua pegawai yang diamankan RA dan RF berdinas di Lapas Palu dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Gamal mengakui pegawai Lapas Palu inisial RF.

Gamal Bardi. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Menunggu pengembangan pihak kepolisian, Lapas Palu disebut akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan barang titipan. Demikian juga penggeledahan di pintu masuk terhadap petugas, pegawai, dan tamu Lapas Palu.

“Dengan informasi seperti itu langkah-langkah kita melakukan pengetatan pemeriksaan di pintu masuk,” ucap Gamal.

Gamal mengatakan dua pegawai yang diamankan polisi masih menjalani penahanan di Polres Palu. Saat ini Lapas Palu tinggal menunggu surat resmi perintah penahanan sebagai dasar menerbitkan keputusan pemberhentian sementara.

“Nanti setelah keluar surat perintah penahanan langsung dinonaktifkan sebagai ASN. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak Polres Palu,” tutur Gamal.

Dia menambahkan saat ini Lapas Palu membina sekitar 851 narapidana dengan berbagai kasus. Namun dari jumlah tersebut, setengah lebih merupakan narapidana kasus penyalahgunaan narkoba.

“Dari 851 narapidana, ada 500 lebih napi narkoba,” tandas mantan Kepala Lapas Tolitoli itu.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, menegaskan sanksi pemecatan menanti bagi pegawai yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Sanksi pemecatan sudah diterapkan ke sejumlah jajarannya yang divonis terlibat narkoba.

“Kalau terbukti, pecat,” ucap Lilik menjawab pertanyaan Metrosulawesi, Senin, 4 Oktober 2021.

Seperti yang di beritakan sebelumnya, RA dan RF ditangkap polisi di tempat berbeda. Dari keduanya, polisi menyita sebanyak 3,9 sabu dan beberapa barang bukti lainnya.

Reporter: Djunaedi – Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas