BARANG BUKTI - Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno, didampingingi Paur Humas Polres Palu menunjukkan barang bukti Sabu-sabu dalam jumpa pers di Polres Palu, Senin 4 Oktober 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Polisi Sita 3,9 Kg Sabu dari Dua Pegawai Lapas Petobo

Palu, Metrosulawesi.id – Dua pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Petobo, Kota Palu ditangkap polisi, Sabtu 2 Oktober 2021. Rahmat Adhiaksa (21) alias RA dan Raflindi alias RF diduga terlibat jaringan peredaran narkoba di lingkup Lapas Petobo. Dari keduanya, polisi menyita hampir seberat 4 kg narkoba jenis sabu.

Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno, Senin 4 Oktober 2021, menjelaskan kedua pelaku itu ditangkap Tim Sat Resnarkoba pada Sabtu 2 Oktober 2021, pukul 20.00 WITA, di perumahan Lapas kelas 1A Petobo, Kota Palu.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa dua paket sabu-sabu seberat 2,106 Kg dan 47 paket besar plastik klip seberat 1,860 kg, yang merupakan barang dari wilayah Parimo.

“Untuk total barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu yang kami amankan yakni seberat 3,966 Kg,” kata Kapolres.

Selain Sabu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, seperti satu buah termos es tempat menyimpan sabu-sabu, satu buah timbangan digital, lima handphone, satu buah tas ransel hitam, dan satu kardus warna biru.

Pengungkapan kasus ini kata Kapolres, berawal dari informasi warga yang selanjutnya tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Palu. Hasil penyelidikan, keduanya diduga merupakan bandar narkoba.

Setelah mendapat identitas lengkap kedua pelaku, petugas langsung melakukan penggerebekan di kompleks perumahan Lapas Kelas 1A Petobo, di Jalan Dewi Sartika, Kota Palu. Polisi menemukan dua paket besar yang terbungkus rapi dari bungkusan teh China, dan 47 paket besar plastik klip, yang disimpan di dapur rumah pelaku RF.

Dua PNS Lapas Petobo yang diatangkap karena menyimpan 3,9 kg sabu. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

RF mengaku barang tersebut adalah titipan dari RA, yang malam itu langsung diamankan di rumahnya di Jalan Intan BTN Baliase Kabupaten Sigi, Komplek Perumahan Lapas Petobo.

Pada saat ditangkap, keduanya terpaksa dihadiahi tima panas, karena sempat melawan Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Palu.

“Saat ini kedua pelaku sudah dilakukan penahanan di Rutan Polres Palu, untuk selanjutnya dilakukan pengembangan, untuk mencari dan menelusuri dari amana barang haram itu,” tutupnya.

RF kepada wartawan membenarkan bahwa dia dan rekannya merupakan pegawai Lapas Petobo. Dia juga mengakui bahwa barang haram tersebut merupakan titipan dari dalam Lapas Petobo.

“Barang itu hanyalah titipan dari dalam Lapas pak. Dan baru kali ini melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Hanya saja, pelaku tidak mengungkapkan siapa pemilik narkoba jenis sabu-sabu itu. Saat ini kedua pelaku yang sudah bekerja selama belasan tahun itu, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus narkoba yang melibatkan dua pegawai Lapas ini mencoreng insitusi Lapas dan Kemenkum HAM Sulteng. Betapa tidak, baru pada Senin 7 Juni 2021 lalu, Kakanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi mendeklarasikan seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) di Sulteng sebagai Lapas dan Rutan “Bersinar” (bersih narkoba). Acara itu juga dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng Brigjen Pol Monang Situmorang.

Sayang, belum setahun deklarasi itu dilakukan dua oknum Lapas Petobo justru terlibat dalam lingkaran peredaran narkoba.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas