MEMANTAU PTMT - Plt Kadisdikbud Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, saat melakukan pemantauan PTMT di SMAN 3 Palu, Senin, 4 Oktober 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Yudiawati: Usai Evaluasi, Siswa Dirapid Antigen

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana mengungkapkan, selama satu bulan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di jenjang SMA/SMK dan SLB di Provinsi Sulteng akan dievaluasi.

“Di Oktober ini semua sekolah yang berada di bawah naungan pemerintah provinsi khususnya di Kota Palu sudah siap melakukan PTMT. Hanya saja waktunya berbeda-beda. Contohnya di SMAN 4 Palu mereka buka sekolah secara terbatas pada pekan depan. Tetapi pada prinsipnya di Oktober ini SMA/SMK di Palu sudah lakukan PTMT,” kata Yudiawati, usai memantau pelaksanaan PTMT di SMAN 3 Palu, Senin, 4 Oktober 2021.

Yudiawati mengatakan, PTM terbatas memiliki panduan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud dan SKB empat menteri, dan itu tergantung dari level masing-masing. Khusus di Kota Palu berada di level tiga yang baru saja ditetapkan pada 21 September 2021, pada level tiga aturannya itu semua pembelajaran 50 persen.

“Misalnya ada kelas secara berjenjang yang dimulai dari kelas X dan XI, kemudian kapasitas peserta didik masuk perkelas itu terbatas maksimal 18 orang. Sementara untuk jenjang SLB, PTMT masih berproses pelaksanaannya dan maksimal dalam satu kelas lima orang saja,” ungkapnya.

Selain itu kata Yudiawati, tentunya protokol kesehatan yang harus diutamakan, kemudian keselamatan serta psikososial, baik peserta didik dan tenaga pendidik serta kependidikan. Selain itu yang paling penting izin dari orang tua.

“Apabila ada peserta didik yang tidak diizinkan orang tuanya, maka sekolah harus bertanggungjawab kepada peserta didik yang tidak diizinkan orang tuanya. Jadi tetap melakukan proses pembelajaran secara jarak jauh,” ujarnya.

Yudiawati mengatakan, setalah evaluasi PTMT sebulan hingga 30 Oktober, akan diambil sampel dengan mengunakan rapid antigen untuk peserta didik dan tenaga pendidik.

“Kita akan lakukan pemeriksaan kepada siswa dan guru melalui rapid antigen. Apabila memang tidak ada yang terpapar Covid-19, maka kita akan mengeluarkan surat edaran baru dengan langkah-langkah yang lebih kondusif, sehingga membuat para siswa bisa berada di sekolah,” jelasnya.

Kata Yudiawati, rencananya rapid antigen ini akan berkerjasama dengan pihak Puskesmas di Kota Palu, agar dapat dilakukan secara gratis. Namun jika stok rapid antigen tidak ada, maka Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng akan bersedia melakukan rapid tersebut untuk para siswa dan guru.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas