PEMBELAJARAN - Sejumlah siswa-siswi di SMAN 3 Palu saat mengikuti PTMT secara perdana di kelas, Senin, 4 Oktober 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – SMA Negeri 3 Palu secara perdana telah memulai menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Menurut Kepala SMAN 3 Palu, Idris Ade, pihaknya hanya menghadirkan 25 persen siswa saja, dari total siswa yang mencapai ratusan orang. Jika ditotalkan hanya sekitar 200 siswa saja yang datang ke sekolah untuk mengikuti PTM secara terbatas.

“Setiap hari nanti begitu, hanya 25 persen saja siswa yang hadir, karena kita mengikuti edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng agar tetap melakukan pembatasan, tidak boleh secara full menghadirkan siswa di sekolah,” kata Idris, melalui ponselnya, Senin, 4 Oktober 2021.

Idris mengatakan, untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19, pihak sekolah telah menyiapkan segala fasilitas prokes sejak awal. Mulai dari tempat cuci tangan, handsanitizer, serta thermogun.

“Jadi mulai dari gerbang sekolah para siswa itu harus melewati berbagai tahap, pertama suhu badannya di cek menggunakan thermogun, kemudian mencuci tangan, setelah itu menggunakan handsanitizer, setelah itu dalam kelas, jarak mereka telah diatur sekitar dua meter,” ujarnya.

Kata dia, dalam kelas itu paling banyak jumlah siswanya sekitar 17-18 orang saja, kemudian hanya tiga mata pelajaran dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) yang diikuti para siswa. Setelah itu pada pukul 10.15 wita para siswa sudah langsung pulang, dan tidak ada waktu siswa istirahat.

“Kami juga telah menegaskan tidak ada siswa yang kumpul-kumpul, mereka diharuskan langsung pulang ke rumah,” ungkapnya.

Idris mengatakan, saat pulang sekolah, jalur tangga untuk siswa telah diatur, sehingga tidak ada saling berdekatan ataupun berkerumun. Bahkan di dalam kelas ada spanduk yang ditempel terkait dengan aturan prokes.

“Jadi ada enam jalur tangga yang kami siapkan, dan persiapan PTMT ini kami lakukan dengan upaya kerja keras bersama Dewan Guru. Kami berharap kepada para siswa tetap semangat, semoga ini menjadi awal yang baik, sehingga ke depannya lebih banyak lagi siswa yang dihadirkan. Paling tidak bisa 50 persen siswa hadir di sekolah,” katanya.

Idris menegaskan, Dewan Guru telah siap menerapkan tatap muka, walaupun semua siswa sudah dibolehkan masuk.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas