Hardiman. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)

Morowali, Metrosulawesi.id – Rencana awal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) digelar pada 21 Agustus. Namun, sebelum hari pelaksanaan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan surat ederan, Pilkades serentak diundur.

“Diundurnya pelaksanaan Pilkades itu karena menginggat kasus penyebaran Covid-19 kembali tinggi,” terang Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMP3A) Kabupaten Morowali Hardiman di kantornya, Senin 4 Oktober 2021.

Sebagaimana dalam surat ederan itu seluruh pelaksanaan Pilkades diundur hingga bulan Oktober termasuk Pilkades Morowali. Dalam rentan waktu itu, DPMP3A disarankan untuk membuat laporan ke Kemendargi untuk pelaksanaan Pilkades tersebut.

 Namun sebelum ke Kemendagri, DPMP3A Morowali juga sudah lebih dulu menghadap ke gubernur. Hasilnya, gubernur sudah mengiyakan sekaligus meminta DPM3A Morowali agar menghadap lagi ke Kemendagri.

 “Soal bulan pelaksanaan secara prinsip bapak gubernur kita sudah mengiyakan. Dalam waktu dekat ini bapak Kepala DPMP3A akan menghadap ke Kemendagri untuk minta izin. Tujuannya, kami akan bermohon, supaya Pilkades Morowali dilaksanakan tanggal 23 Oktober ini. Soal waku pelaksanaan apakah harus dimajukan atau diundur lagi atau diiyakan di tanggal 23 hal itu tergantung Kemendagri,” urainya.

Setelah itu, jika memang permohonan tanggal 23 Pilkades Morowali akan  disetujui oleh Kemendagri, maka DPMP3A Morowali akan menuangkan persetujuan tanggal tersebut kedalam surat keputusan Bupati Morowali.

“Tanggal 23 itu adalah permohonan DPMP3A untuk pelaksanaan Pilkdes Morowali. Soal disetujui dengan tidak, keputusannya ada di Kemendagri. Tapi secara tehknis, DPMP3A Morowali siap melaksanakan Pilkades,”papar Hardiman.

Diketahui sebelumnya, sebanyak 35 desa yang ada di sembilan wilayah Kecamatan di Kabupaten Morowali akan melaksanakan Pilkades.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas