Lilik Sujandi. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dua orang pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng diamankan Kepolisian Resort (Polres) Palu pada Sabtu, 2 Oktober malam. Keduanya diduga terlibat penyalahgunaan narkoba yang diamankan di Perumahan Lapas Palu, Jalan Dewi Sartika.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, menegaskan sanksi pemecatan menanti bagi pegawai yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Sanksi pemecatan sudah diterapkan ke sejumlah jajarannya yang telah divonis terlibat narkoba.
“Kalau terbukti, pecat,” ucap Lilik menjawab pertanyaan Metrosulawesi, Senin, 4 Oktober 2021.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sulteng, Sunar Agus, menyampaikan kekecawaannya atas dugaan keterlibatan dua pegawai yang diketahui berdinas di Lapas Palu dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

“Tentu sangat kecewa karena semangat kita saat ini mewujudkan Lapas Bersinar (bersih dari narkoba) di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Sunar.

Sunar mengatakan Kanwil Kemenkumham Sulteng akan menghormati proses hukum terhadap dua pegawai yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba. Jika keduanya ditahan, akan dilakukan pemberhentian sementara atau nonaktif.

“Polisi betul karena mereka punya kewenangan, saya senang dengan semangatnya kepolisian. Jadi nanti kalau terbukti melalui proses pengadilan akan diberhentikan secara permanen,” tutur Sunar.

Diungkapkan, dari dua pegawai yang diamankan, salah satunya sebelumnya telah mendapat catatan. Pegawai dimaksud yang berdinas di Rupbasan. Bahkan sebelumnya sempat berdinasi di Lapas dan dipindahkan ke Rupbasan.

“Dua minggu lalu habis saya panggil agar hati-hati dalam bergaul karena memang sudah ada informasi perlu pengawasan ketat. Tapi ya itulah, mungkin tergiur,” ungkapnya.

Sunar mengimbau Kepala Lapas dan Rutan se-Sulawesi Tengah agar meningatkan pengawasan terhadap jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara. Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian serupa yang melibatkan pegawai di bawah naungan Kemenkumham Sulteng.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas