Ugi, pemilik toko Firdaus yang menjual pakaian seragam sekolah sedang melayani pembeli. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Menyambut pembelajaan tatap muka (PTM), harga penjualan seragam sekolah yang dijajakan sebagian pedagang di Kota Palu mengalami kenaikan sebesar 3 persen.

Maraknya warga yang membeli seragam sekolah  terlihat di seputaran area Pasar Tradisional Bambaru tepatnya di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Senin, 4 Oktober 2021.

Ugi, pemilik toko Firdaus mengungkapkan, bahwa tokonya mulai kembali ramai didatangi para pembeli sejak sepekan terakhir, namun hal itu belum mempengaruhi omset pendapatan.

“Jika dibandingkan dengan tahun sebelum Covid-19, keuntungan yang didapatkan jelas jauh sekali. Kalau sudah menjelang tahun ajaran baru seperti ini bisa meraup sekitar Rp20 juta,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa penjualan pada tahun ini sangat berbeda dari segi penghasilan yang hanya diperoleh sebesar Rp10 juta atau mengalami penurunan hampir 50 persen.

“Para orang tua siswa masih takut membeli seragam sekolah untuk anaknya, karena khawatir kebijakan dari pertemuan tatap muka yang akan dibatalkan seperti tahun kemarin,” ujarnya.

Ugi mengungkapkan, paling laris dan banyak diburu pembeli adalah seragam siswa SMA/SMK. Sedangkan, seragam SMA/SMK ada kenaikan Rp5.000, dari Rp100 ribu menjadi Rp105 ribu untuk celana sekolah.

“Sementara untuk menarik perhatian masyarakat, kami memanfaatkan sosial media WhatsApp dan Facebook untuk memperkenalkan berbagai macam produk seragam,” jelasnya. (fik/mg4)

Ayo tulis komentar cerdas