Akris Fatah. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Tiga tahun pasca bencana gempa dan tsunami, dana stimulan untuk korban penyintas khususnya bantuan perbaikan rumah sudah tersalurkan.

“Perbaikan rumah bagi korban bencana sudah mencapai 99,94%, sisa dana sebesar 300 juta,” kata Kepala BPBD Donggala, Akris Fattah, Senin (2/10) di kantornya.

Akris menjelaskan total dana stimulan yang dikelolanya sebesar Rp493 miliar lebih. Dana sebesar ini diberikan kepada 24.017 penerima manfaat.

Kemudian dari total 24.017 dibagi menjadi tiga penerima: rumah rusak berat (4.416), rusak sedang (5.123), dan rusak ringan (14.478).

“Dari total 24.017 penerima bantuan dana yang disiapkan 493 miliar lebih. Dana ini sudah tersalurkan kalau dipresentasikan sudah mencapai 99,94%, jadi sisa dan 300 juta. Dana 300 juta ini untuk perbaikan rumah rusak ringan,” sebutnya.

“Dana sisa 300 juta ini diperuntukan untuk 30 KK yang berada di wilayah Kecamatan Banawa, Kecamatan Labuan, dan Kecamatan Sirenja, tiga kecamatan ini khusus bangunan rusak ringan,” jelasnya.

Ditanya batas penyelesaian  bangunan stimulan yang tersisa 300 juta , Akris menjawab penyelesaian bangunan untuk dana 300 juta akhir Oktober.

“Untuk penyelesaian dana rusak ringan berjumlah 300 juta akhir Oktober harus tuntas, sedangkan penyelesaian bangunan sampai akhir Desember 2021 ini harus selesai,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas