Mohamad Irwan. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi berharap kepada sejumlah masyarakat pemilik lahan yang masih keberatan lahannya terkena pembangunan sabo dam di Kecamatan Dolo Selatan, bisa menerima dan mengikhlaskan lahannya untuk kepentingan masyarakat luas.

“Begitu juga dengan pihak kontraktor untuk dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat demi kelancaran proyek pembangunan ini,” ujar Bupati Sigi, Mohamad Irwan dalam rapat koordinasi penyelesaian persoalan pembangunan Sabo dam Kecamatan Dolo Selatan, Jumat, 1 Oktober 2021.

Kata bupati, pembangunan bendungan sabo dam ini merupakan langkah pemerintah dalam memperhatikan masyarakat Kecamatan Dolo Selatan, dimana beberapa desa sudah sangat terancam dengan bencana tanah longsor dan banjir bandang yang sering terjadi.

Mengingat pembangunan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk melindungi pemukiman warga di beberapa desa yang saat ini sudah sangat terancam.

Dia menjelaskan tidak adanya ganti rugi dalam pembangunan ini dikarenakan tidak adanya penganggaran pekerjaan proyek bantuan dari Pemerintah Pusat untuk penggantian lahan, serta APBD Kabupaten Sigi yang minim sehingga tidak memungkinan untuk melakukan penggantian lahan. 

Lebih dalam ia jelaskan bahwa sebelum dilaksanakannya pembangunan bendungan ini, pihak terkait telah melaksanakan pertemuan bersama masyarakat pemilik lahan dan telah menemukan kesepakatan bersama dengan penuh kesadaran masyarakat. Masyarakat telah sepakat dan mengikhlaskan lahannya untuk pembangunan bendungan demi kepentingan bersama.  Dalam rapat tersebut dihadiri Kepala Bapenda, Plt. Kepala Dinas PU Sigi, Anggota DPRD Sigi, H. Azhar Nontji, Kasat Reskrim Polres Sigi, Danramil 04/Dolo, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Camat Dolo Selatan, Kapolsek Dolo, Kepala Desa Poi, BPD Poi, masyarakat serta pihak terkait dalam pembangunan sabo dam.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas