RUSUNAWA - Kondisi lantai satu rusunawa di kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Donggala. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Alasan Biaya Pemeliharaan, Capai Ratusan Juta Setahun

Donggala, Metrosulawesi.id – Sejak dibangun tahun 2017, rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Donggala tidak menyumbang dalam pendapatan asli daerah (PAD). Padahal, ada tarif atau sewa yang diberlakukan bagi penghuninya rusunawa yang diperuntukkan bagi pegawai Pemkab Donggala tersebut.

Diperkirakan setiap bulan dana sewa yang terkumpul mencapai belasan juta rupiah atau rarusan juga setiap tahun. Bangunan empat lantai itu masing-masingnya 24 kamar sehingga total 96 kamar.

Penelusuran Metrosulawesi, dari 96 kamar tersebut, 93 kamar di antaranya yang terisi. Adapun biaya sewa kamar lantai paling atas atau lantai empat Rp170 ribu, lantai tiga Rp180 ribu, lantai dua Rp190 ribu dan lantai 1 paling mahal Rp200 ribu.

Jika dihitung, maka dana yang terkumpul dari penyewa kamar dalam sebulan sekitar Rp13 juta atau satu tahun Rp160 juta. Dana tersebut tidak masuk dalam PAD karena bangunan empat lantai itu masih milik Kementerian PUPR.

Ketua pengelola rusunawa, Nasmiani mengakui bangunan rusunawa itu tidak ada biaya pemeliharaannya dari Kementerian PUPR, sehingga ia menarik tarif atau biaya sewa untuk dijadikan biaya operasional rusunawa.

“Uang dari mana mau bayar OB dan bayar air, dan listrik? Ya itu tadi uang dari sewa kamar, karena tidak ada biaya pemeliharaan dari kementerian PUPR, satu kamar itu beda tarifnya, paling murah lantai empat Rp 170/bulan,”sebut Nasmiani ke media ini Rabu (29/9/2021).

Ketika ditanya penghasilan rusunawa selama sebulan, Nasmiani tidak menjawab. Dia hanya berulang-ulang mengatakan dana sewa rusunawa untuk biaya pemeliharaan.

“Kurang tau jumlahnya, karena banyak juga kamar kosong, uangnya juga dipakai biaya pemeliharaan, dan kami menagih tidak ada keuntungan, karena harus merujuk pada Permen PUPR”tutupnya.

Sementara itu, sumber Metrosulawesi mengatakan, listrik ditanggung sendiri oleh penghuni karena listrik prabayar.

“Saya kasi tau, jumlah petugas rusunawa ini 7 orang, 4 petugas OB, 3 petugas jaga malam, gaji Rp1 juta perbulan, berarti hanya 7 juta saja biayanya per bulan. Listrik yang bayar penghuni dengan mengisi sendiri tokennya,” jelasnya ditemui Sabtu 2 Oktober 2021.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas