KUNJUNGAN - Wakil Bupati Poso M. Yasin Mangun, S.Sos mendampingi mantan Wapres Jusuf Kalla meninjau lokasi PT. Poso Energy di Desa Sulewana Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso, Jumat 1 Oktober 2021. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Wakil Bupati Poso M. Yasin Mangun, S.Sos mendampingi mantan Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah Anggota DPR RI Komisi VII meninjau lokasi PT. Poso Energy di Desa Sulewana Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso, untuk melihat perkembangan teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT), Jumat 1 Oktober 2021.

Wabup Yasin mengatakan kunjungan Anggota Komisi VII DPR RI ini untuk melihat langsung mega proyek EBT PLTA sebagai investasi yang menguntungkan pemerintah, sekaligus melihat dampak sosial dari pembangunan tersebut.

Adapun dampak dari proses pembangunan PLTA ini, pemerintah daerah telah mengevaluasi yang sesungguhnya sudah ada penyelesaian karena ini bersifat teknis sehingga pemerintah daerah terus memediasi agar permasalahan ini bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Menurut Wabup Yasin, kepentingan daerah dalam penyelesaian permasalahan ini tentu saja sangat besar agar bisa menciptakan kesan tentang jaminan keamanan berinvestasi di Poso.

Pemerintah daerah akan tetap fokus terhadap penyelesaian permasalahan investasi dengan menyelesaikan satu-persatu dampak sosial terhadap masyarakat terdampak agar investasi mega proyek PLTA ini bisa melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air ini.

Salah satu Anggota Komisi VII DPR RI, Rusda Mahmud mengatakan bahwa EBT merupakan isu utama pemerintah Republik Indonesia saat ini, sebab saat ini pemerintah menggunakan listrik fosil, sementara energi panas bumi semakin tinggi olehnya pihak pemerintah fokus ke EBT.

“Dan juga sejalan dengan perjanjian Paris, bagaimana menurunkan emisi rumah kaca, dan Pemerintah Indonesia sudah menandatangani agreement Paris,” ujar Rusda, saat makan siang di guest house PT Poso Energy.

Kata Rusda dalam MoU Pemerintah dalam perjanjian Paris itu, tahun 2030 menurunkan 30 – 41 persen panas bumi, sehingga Pemerintah Indonesia beralasan untuk fokus pada listrik EBT tersebut.

Dikatakan dalam akhir kunjungan DPR RI, potensi Sulawesi Tengah sangat bagus, mengharapkan agar pemerintah Sulawesi Tengah mendorong untuk tidak lagi menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara.

“Hasil kunjungan itu akan kita bicarakan dengan menteri, kita mendorong Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperbanyak pembangkit-pembangkit listrik,” kata Rusda.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas