Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulteng, Hasbiah Zaenong menyampaikan laporan dalam kegiatan desiminsasi informasi pemberdayaan lansia, pekan lalu (30/9). (Foto: Admin Pimpinan)
  • Angka Harapan Hidup di Sulteng Masih Rendah

Palu, Metrosulawesi.id – Meberdayakan para lanjut usia (Lansia) menjadi program Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulteng. Pekan lalu (30/9) dinas tersebut menggelar desiminsasi informasi pemberdayaan lansia dengan tema “Lansia bahagia bersama keluarga”.

Kepala Dinas P2KB Sulteng, St Hasbiah N Zaenong mengatakan selain para lansia, kegiatan tersebut menghadirkan 10 organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulteng.

‘’Hal ini untuk meningkatkan komitmen dan pemahaman dari lembaga/OPD dalam mendukung pemberdayaan lansia di Sulawesi Tengah,’’ kata Hasbiah.

Selain itu untuk menyusun program dan kegiatan pemberdayaan lansia di Sulteng serta meningkatkan pemahaman lansia dalam meningkatkan kemampuan ketahanan dan kesejahteraan agar tetap produktif, mandiri, sejahtera dan hidup bermartabat.

Kegiatan itu dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Moh. Nizam mewakili Wagub Sulteng, H Ma’mun Amir yang juga ketua Komda Lansia Sulteng.

“Saya selaku wakil gubernur sekaligus ketua Komda Lansia Sulawesi Tengah mengharapkan kepada kita semua, khususnya lembaga, OPD yang menangani masalah lansia agar membuat dan menyusun program kegiatan yang berpihak kepada lansia. Karena lansia adalah orang tua kita, guru kita yang wajib kita sayangi di masa tuanya,” demikian amanat tertulis Wagub yang dibacakan Moh. Nizam.

Di bagian lain amanat Wagub menyinggung soal angka harapan hidup (AHH) Provinsi Sulteng. Katanya, berdasarkan data BPS tahun 2019 angka harapan hidup laki-laki pada usia 66,32 tahun, sementara perempuan usia 70,26 tahun.

‘’Secara nasional AHH laki-laki 69,4 tahun, sementara perempuan 73,3 tahun. Jadi AHH Sulawesi Tengah lebih rendah secara nasional,’’ kata Nizam.

Menurutnya, secara alami tubuh akan mengalami penuaan yang ditandai terjadinya perubahan bentuk fisik serta berbagai fungsi tubuh yang mulai menurun. Pada akhirnya akan menimbulkan berbagai permasalahan yang perlu menjadi perhatian bagi lansia.

Misalnya kekurangan gizi, timbulnya berbagai penyakit, kemampuan berpikir menurun serta permasalahan psikis. Berbagai permasalahan tersebut tentunya tidak dapat dihindari tetapi dapat diantisipasi. Keluarga dan lingkungan merupakan faktor yang sangat mendukung keberlangsungan hidup dan kesejahteraan lansia dalam menghadapi masa tua agar tetap produktif dan bahagia.

‘’Para lansia juga dapat menjadi agen informasi untuk menyerukan kepada generasi muda bahwa menjaga kesehatan sejak dini merupakan investasi yang sangat berharga. Sehingga pada saat menjadi lansia mampu menjadi lansia yang sehat, aktif, mandiri dan produktif,’’ katanya. (ril/*)

Ayo tulis komentar cerdas