Tampak Masyarakat Layana Indah. (Foto: Metrosulawesi/ Gindasari)
  • Pekerjaan Intake Building Terkendala Cuaca

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Sumber Daya Air / Cipta Karya Pekerjaan Umum Kota Palu, Muammad Nur Larissa  mengatakan pekerjaan intake building akan selesai pada Desember mendatang. Masyarakat Layana Indah sementara gunakan sumur bor.

“Pekerjaan untuk memperbaiki Intake Building sudah berjalan sejak Agustus hingga kini, namun ada saja hambatan yang melambatkan proses pengerjaanya, salah satunya curah hujan yang belakangan ini sering turun,” kata Kepala Bidang SDA/CK PU Kota Palu, Muhammad Nur Larisa, melalui ponselnya, Kamis, 30 September 2021.

Kata dia, proyek tersebut akan berlangsung hingga Desember.

“Namun saya berharap pekerjaan ini segera terselesaikan agar masyarakat bisa cepat menikmati air bersih, dengan hal ini kiranya dapat meringankan sedikit beban masyarakat Layana Indah,” Jelasnya.

Nur juga berharap masyarakat Layana Indah bisa bersama-sama mendukung pekerjaan ini, sehingga proses pengerjaannya berjalan dengan lancar dan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terpenuhi.

Sementara itu, salah seorang warga Layana Indah yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sejak terjadi banjir di lokasi sumber air bersih, dirinya menggunakan air dari sumur bor.

“Sumur bor ini sudah berjalan hampir setahun ini, kemudian untuk masyarakat yang menggunakan airnya akan dikenakan biaya sebesar Rp.10.000 per-rumah tangga,” ungkapnya saat ditemui media ini Rabu, 29 September 2021.

Dari informasi yang diperolehnya dari petugas air bersih, iuran yang dibebankan kepada masyarakat itu untuk pembelian pulsa listrik agar air tetap mengalir ke rumah warga.

“Namun masih banyak masyarakat yang mengeluh tentang hal ini. Sehingga kami masyarakat kecil berharap intake building segera diperbaiki.”

Kepala Air Bidang Lapangan untuk Layana Indah, Luki mengaku kerusakan pasca banjir cukup parah, mengakibatkan putusnya penyaluran dari lokasi air bersih yang berada di tengah hutan.

“Sehingga kami menggunakan sumur bor agar masyarakat disini bisa mendapatkan air,” ungkapnya.

Luki mengaku, penggunaan sumur bor memakan biaya Rp.50.000 selama dua hari untuk meratakan penyaluran air pada masyarakat sekitar. Hingga kini, kata Luki, warga masih berharap agar Intake Building cepat diperbaiki.  

Sebelumnya, Nur Larissa mengungkapkan, bahwa sumber air bersih tersebut akan diambil dari Layana Tua.

“Di Layana Tua itu nanti sumber airnya akan kami buat,” kata Nur Larisa.

Nur Larisa mengungkapkan penyaluran air bersih ini akan dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Setelah kami melakukan perhitungan, tiap rumah di Kelurahan Layana itu kebutuhannya akan air kita upayakan 60 liter per detik,” Nur Larisa berharap proyek tersebut bisa melayani seluruh kebutuhan air bersih masyarakat Layana.

“Target kami semua kebutuhan air bersih masyarakat Layana bisa dipenuhi,” ungkapnya. (MG1/MG3)

Ayo tulis komentar cerdas